Netral English Netral Mandarin
11:16wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Diskusi Penangkapan Coki Pardede Didengar Kapolda, Deddy Corbuzier: This is Amazing!

Rabu, 08-September-2021 08:10

Deddy soroti penangkapan Coki Pardede.
Foto : Youtube Deddy Corbuzier.
Deddy soroti penangkapan Coki Pardede.
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Content Creator Deddy Corbuzier bersyukur, diskusi tentang penangkapan Komedian Reza “Coki” Pardede didengar oleh Kapolda Muhammad Fadil Imran. Seperti diketahui, Kapolda Imran sendiri sempat hadir dan berbincang di podcast Deddy, baru-baru ini. 

Salah satu topik yang sempat dibahas oleh Deddy dan Kapolda Fadil yakni mengenai video penangkapan Coki yang berbedar di kalangan masyarakat. Selain itu, adanya penggunaan senjata laras panjang saat jumpa pers yang menghadirkan Coki di depan publik. 

“YA TUHAN...Diskusigw di dengar @kapoldametrojaya 

This is amazing!!!

Pak @kapoldametrojaya anda luar biasa!!!,” tulis Deddy, dikutip dari unggahan Instagramnya, Rabu (8/9/2021).

Deddy menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Fadil dan memuji tindakannya yang luar biasa. Deddy harap, podcastnya bisa mengubah negara ini menjadi lebih baik dan bekerjasama dengan orang-orang seperti Kapolda Fadil. 

“Ur amazing!! 

Thank u!!

And hopefuly my podcast will change this country to be better in my on way... With people like you!!!,” harap Deddy. 

Pernyataan itu disampaikan Deddy sambil mengunggah sebuah cuplikan video, ketika Kapolda Fadil memberikan arahan pada Rapat Mingguan Jajaran Polres Wilayah Hukum Polda Metro Jaya. Kapolda Fadil memberikan penekanan khusus terkait beredarnya video penangkapan Coki dan adanya senjata laras panjang saat jumpa pers. 

Kapolda Fadil mengaku telah melihat video penangkapan Ciku di media sosial. Baginya itu tindakan tidak etis, merendahkan harkat, martabat, dan tidak elok dipandang oleh publik. Apalagi dengan narasi atau kalimat-kalimat yang merendahkan. 

“Siapapun dia, walaupun dia tersangka, dia tetap memiliki hak sebagai individu yang wajib kita hormati dan kita hargai,” pesan Kapolda pada jajarannya. 

Kedua, terkait jumpa pers atau press release, Kapolda intruksi agar jajarannya lebih humanis. Dia meminta, apabila bukan bandar narkoba dan teroris, tidak perlu menggunakan laras panjang. 

“Tidak usah lagi gagah gagahan, acara-acara yang mempertontonkan kekerasan, yang bisa ditiru. Tidak usah pakai laras panjang, tidak manusiawi itu, tidak usah,” pesan Kapolda. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani