Netral English Netral Mandarin
15:31wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Disnakertrans DKI Ancam Perusahaan Pekerjakan Karyawan yang Belum Divaksin

Jumat, 13-Agustus-2021 09:50

Pekerja Pabrik
Foto : Istimewa
Pekerja Pabrik
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perusahaan atau kantor yang kedapatan memperkerjakan karyawan yang belum divaksin bakal kena sanksi tegas dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta.

Tak tanggung-tanggung, sanksi yang dikenakan berupa penutupan tempat usaha. Demikian ditegaskan Kepala Disnakertrans DKI, Andri Yansyah.

"Sanksi penutupan bisa kami lakukan kalau ada perusahaan yang nakal memaksa karyawannya masuk kerja namun belum divaksin," kata Andri Yansyah, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, kebijakan ini diambil karena memaksa karyawan belum divaksin masuk sama saja melanggar aturan protokol kesehatan (prokes).

Dalam regulasi perpanjangan Pemberlakuan Pengetatan Kebijakan Masyarakat (PPKM) Level 4 perusahaan yang berdiri sendiri ini diwajibkan karyawan yang masuk harus sudah mendapatkan jatah vaksin.

Andri pun mengklaim, kalau pengelola perkantoran atau perusahaan tak ada yang keberatan dari aturan sanksi penutupan ini. Namun, lanjut dia, sejauh ini penerapan sanksi belum sepenuhnya berjalan di ibu kota, masih harus melakukan sosialisasi kepada pengelola dan karyawan.

"Jadi kita nggak paksa dia karena sanksi itu kan apabila masih ditemukan perusahaan atau perkantoran yang tidak mengindahkan ketentuan yang sudah ditetapkan," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi