Netral English Netral Mandarin
16:27wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Ditetapkan Tersangka, Perawat Suntikan Vaksin Kosong Minta Maaf

Selasa, 10-Agustus-2021 16:43

Konferensi Pers Kasus Vaksin Kosong di Polres Jakarta Utara
Foto : Istimewa
Konferensi Pers Kasus Vaksin Kosong di Polres Jakarta Utara
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Utara menetapkan perawat berinisial EO sebagai tersangka kasus penyuntikan vaksin kosong di Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan penyidikan ini dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi viral terkait adanya penyuntikkan vaksin kosong di sentra vaksinasi Sekolah IPEKA, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (6/8/2021).

Yusri mengatakan, EO adalah seorang perawat. Dia menjadi relawan sebagai vaksinator dalam percepatan vaksinasi COVID-19.

Dari hasil pemeriksaan terhadap EO, dia mengakui telah menyuntikkan vaksin kosong kepada BLP. EO kemudian ditetapkan sebagai tersangka UU Wabah dan Penyakit Menular.

"Yang namanya ini negara hukum, apapun kesalahan diatur dalam UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah dan Penyakit Menular. Setelah didalami kami persangkakan di Pasal UU No 14 Tahun 1984 tentang wabah menular," ujarnya.

Saat ini polisi masih mendalami motif EO menyuntikkan vaksin kosong.

Sementara EO sendiri menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya yang menyuntikan vaksin kosong kepada warga. Dia mengakui peristiwa itu terjadi akibat kelalaian.

"Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata EO di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021).

EO memastikan, dirinya tidak ada kesengajaan melakukan perbuatan tersebut. Pada hari itu, dia mengaku sudah menyuntik vaksin kepada 559 orang. Hingga akhirnya terjadi kelalaian berupa menyuntikan jarum tanpa berisi vaksin.

"Saya tidak ada niat apapun saya murni ingin membantu menjadi relawan untuk memberikan vaksin, saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah diresahkan dengan kejadian ini,” jelasnya.

EO menyatakan akan kooperatif terhadap proses hukum. Dia akan mengikuti segala prosedur hukum yang diberlakukan penyidik.

Sebelumnya, viral aksi kontroversial berupa pemberian vaksin kosong kepada warga. Dalam video yang beredar, terlihat jika seorang pemuda tengah menjalani vaksinasi Covid-19. Saat itu dia ditangani oleh perawat dengan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Awalnya tidak terlihat kejanggalan dari proses vaksinasi ini. Keanehan muncul saat tenaga kesehatan (nakes) tersebut mengeluarkan jarum suntik dari dalam boks vaksin. Jarum suntik itu terlihat kosong, namun tetap disuntikan kepada warga.

Bekas suntikan itu pun ditutup dengan perban selayaknya vaksinasi pada umumnya. Peristiwa ini dikabarkan terjadi di Sekolah IPK Pluit Timur, Jakarta Utara.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi