Netral English Netral Mandarin
20:21wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Dituding Jadi Penyebab Kerumunan Saat Penjemputan Habib Rizieq, Ini Penjelasan Mahfud Md

Sabtu, 27-Maret-2021 08:45

Menkopolhukam
Foto : Istimewa
Menkopolhukam
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik dan Hukum (Menkopolhukam) Mahfud MD menjelaskan status pemerintah terhadap kepulangan eks sekaligus terdakwa petinggi FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Menurut Mahfud dakwaan pemerintah terhadap HRS semuanya berdasarkan hukum jelas.

"Diskresi Pemerintah: 1. HRS blh pulang dan blh dijemput; 2. Petuhi protokol kesehatan; 3. Dikawal dan diantar oleh Polisi sampai ke kediaman. Jd kerumunan stlh diantar ke Petamburan bkn lg diskresi tp pelanggaran hukum," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Sabtu (27/3/2021).

Mahfud menjelaskan kepulangan HRS dari Arab Saudi memang jadi tanggungjawab pemerintah. Namun, kata Mahfud kegiatan HRS usai sampai rumahnya di Petamburan bukan jadi tanggung jawab pihaknya.

"waktu itu pulangnya HRS memang diizinkan dan dikawal scr resmi sbg diskresi pemerintah via Polhukam smpai ke Petamburan. Undangan kerumunan stlh diantar ke Petamburan yg terjadi mlm harinya, besok2nya lg, dan di tempat2 lain tntu sdh bkn diskresi Pemerintah," tulisnya lagi.

Mahfud pun menilai kalau penjemputan dan kerumunan adalah salah dirinya itu sama sekali tak benar. Kerumunan HRS usai tiba di rumah itu yang jadi persoalan.

"Jadi alibinya salah jk bilang penjemputan dan kerumunan di bandara adl kesalahan Menko Polhukam krn memberi izin pulang dan menjemput. Penjemputan dan pengantaran itu adl diskresi dlm hkm administrasi bkn hkm pidana. Maka dakwaan pidananya adl kerumunan yg dimobilisasi stlh itu," tulisnya lagi.  

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli