3
Netral English Netral Mandarin
00:52 wib
Tercatat sebanyak 21,5 juta orang lansia akan mengikuti program vaksinasi Covid-19. Ada dua mekanisme vaksinasi Covid-19 pada lansia. BMKG memperingatkan sejumlah daerah di Jawa Barat yang berpotensi banjir atau banjir bandang dengan status siaga dan waspada mulai 24-25 Februari 2021.
DKI Banjir, DT: Anies Dapat Piagam Gubernur Mampu Lawan Sunnatullah

Minggu, 21-Februari-2021 10:45

Tagar
Foto : Twitter
Tagar
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PDIP Dewi Tanjung komentari banjir yang terjadi di Ibu Kota DKI Jakarta. Dia juga mengkritisi tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir di Jakarta.

Dewi sampaikan sarkasme bahwa Jakarta bukan alami banjir, tapi alami keadaan air yang lagi berkumpul-kumpul saja. Dia lanjutkan bahwa banjir bukan salah Anies, tapi salah air yang datang berkumpul melanggar protokol kesehatan.

"Anis Kan Gubernur hebat yang Selalu mendapatkan Piagam penghargaan.

Kali ini Anis akan mendapatkan Piagam Gubernur yg mampu melawan Sunnatullah," kata dia, dikutip dari cuitannya, Minggu (21/2/2021).

 

Pernyataan ini disampaikan Dewi, menyindir pernyataan Anies beberapa tahun yang lalu sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saat itu Anies sempat memberikan tanggapan terkait banjir di Jakarta. Berikut kutipan pernyataan Anies: 

 

"Dan ini aneh. Betul-betul aneh. Ini bukan kampanye, tapi saya sampaikan di sini.

 

Di satu sisi menyiapkan jalur-jalur air untuk dikirim ke laut, di sisi lain, di lautnya dipasang dengan pulau reklamasi. Tinggal tunggu jadi rob. Air balik. 

 

Dan ini melawan sunatullah. Kenapa? Air itu turun dari langit ke bumi, bukan ke laut. Harusnya dimasukkan ke dalam bumi. Dimasukkan ke dalam tanah. 

 

Di seluruh dunia itu air jatuh dimasukkan ke tanah. Bukan dialirkan pakai gorong-gorong raksasa ke laut. Jakarta telah mengambil keputusan yang fatal," terang Anies. 

 

Lebih lanjut Dewi sebut ingin demo Gubernur Anies, meski rumahnya tidak kebanjiran. Dewi berkelakar, dia tidak terima mengapa rumahnya kehujanan. 

 

"Ini sama aja Melawan Sunnatullah.

Harusnya air itu turun ke bumi masuk kedalam tanah bukan di atas Atap rumah Nyai," ujar dia.

 

Dewi juga mempertanyakan keberadaan pihak yang disebut Kadal Gurun atau Kadrun. Pasalnya Kadrun diam saja saat Jakarta alami banjir. 

 

"Kemaren Semarang Banjir Kadrun pada keluar dan berkoar2.

Begitu Jakarta Banjir Kadrun Ngga Berani Nyalahin Gubernur Seimannya..," kata dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani