Netral English Netral Mandarin
11:51wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
DKI Catat Rekor Pemakaman Jenazah COVID-19, Anies: Cukup, Cukup Sudah!

Kamis, 24-Juni-2021 05:00

Gubernur Anies Baswedan Saat berbincang dengan salah satu keluarga korban Covid-19 di TPU Cilincing
Foto : Facebook Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan Saat berbincang dengan salah satu keluarga korban Covid-19 di TPU Cilincing
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (23/6/2021).

Saat melakukan peninjauan, Anies menyaksikan tiga jenazah berderet yang dikuburkan hampir bersamaan di TPU Cilincing. Tiga jenazah itu adalah korban Covid-19.

Anies juga sempat berbincang dengan sejumlah keluarga korban. Kepada Anies, mereka menceritakan tentang kondisi korban sebelum meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19.

Dari kisah keluarga korban, Anies pun mengingatkan warga bahwa ancaman Covid-19 itu nyata. Ia juga membeberkan jika hari ini rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di DKI, di mana ada 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19.

Karenanya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menghimbau supaya warga ikut berperan aktif dalam mencegah penularan Covid-19 dan melakukan vaksinasi.

Cerita keluarga korban dan himbauan kepada warga DKI itu disampaikan Anies Baswedan melalui berbagai akun media sosialnya, Rabu malam. Ia juga membagikan sejumlah foto saat dirinya meninjau TPU Cilincing.

"Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira," kata Anies.

"Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan," ungkapnya.

Berikut tulisan lengkap Anies Baswedan, dikutip netralnews.com dari akun Facebook-nya, Kamis (24/6/2021).

Air mata tak berhenti mengalir. Usapan demi usapan tak membuat wajahnya kering. Ia berjongkok di sisi kiri gundukan tanah kuburan yang masih basah. Jenazah suaminya yang berusia 54 tahun baru saja dikuburkan. Ibu itu tak berhenti bertutur atas kehilangannya.

“Dia itu minggu lalu masih sehat-sehat Pak, terus kena covid, terus...” kalimatnya putus, meledak jadi tangis. Anak lelakinya terdiam memegang pundak ibunya. Anak perempuannya jongkok di sisi kanan. Menunduk. Duka mereka, duka kita, tak terkira dalamnya.

Seorang bapak berdiri memandang satu kuburan yang juga masih basah. “Istri saya, Pak. Minggu lalu masih sehat. Cuma sakit perut terus drop, Pak. Kena covid,” begitu katanya. Mata kami bertatapan. Tak perlu kata-kata. Hening dan mata basah itu sudah cukup pesannya. Duka itu tak terkira dalamnya.

Jongkok lama, pundaknya tergoncang- goncang. Saya tunggu di belakangnya. Tak berapa lama ia bangun dan berbalik. “Saya dari Bandung, Pak. Ini Bapak saya. Minggu lalu masih sehat. Sekarang semua hilang, Pak,” jelasnya dalam kalimat yang tersendat-sendat.

Tiga jenazah berderet itu dikuburkan hampir bersamaan. Setelah liang kubur ditutup, keluarga inti diberi waktu berdoa sejenak, lalu harus ke luar area pemakaman. Itulah akhir pengantaran mereka pada keluarganya.

Datangi pemakaman dan lihatlah kenyataan. Kematian itu tak sekadar angka statistik. Tapi tentang saudara kita, orang-orang yang tadinya masih sehat, masih berkumpul dengan keluarga tercinta. Kini mereka dipisah selamanya. Ingatlah, bahwa setiap angka itu adalah satu kisah duka tak terkira.

Hari ini rekor pemakaman selama wabah Covid-19 di DKI: 180 jenazah dikuburkan dengan prosedur Covid-19. Lahan baru di Rorotan ini ukurannya 3 Ha, khusus Covid.

Meskipun luas, tolong jangan sampai dipenuhi. Ya, jangan sampai penuh, jangan diisi jenazah seperti hari ini lagi. Cukup, cukup sudah. Kita tak ingin melihat lebih banyak lagi wajah duka.

Batas usia ada di tangan Allah SWT, tugas manusia adalah ikhtiar. Sama-sama kita hindari kegiatan berpotensi penularan. Kita datangi tempat vaksinasi sebagai ikhtiar keselamatan. Hindari risiko, songsong ikhtiar keselamatan. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli