Netral English Netral Mandarin
21:44 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
DKI Larang Acara Perayaan Tahun Baru, Pelanggar akan Kena Denda hingga Penyegelan

Rabu, 09-December-2020 19:45

Ilustrasi terompet tahun baru
Foto : tokopedia
Ilustrasi terompet tahun baru
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta, melarang sejumlah tempat usaha pariwisata menggelar perayaan pergantian tahun baru 2021. Mengingat, saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung dan juga adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Larangan tersebut, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Nomor 900/SE/2020 tentang Tertib Operasional Usaha Pariwisata pada Pergantian Malam Tahun Baru 2020-2021.

Surat tersebut ditandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparekraf DKI Gumilar Ekalaya pada 7 Desember 2020.



Dalam suratnya itu, Gumilar menyebut, tempat usaha pariwisata yang diizinkan buka diminta mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

"Tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan Malam Tahun Baru 2020-2021 yang berpotensi yang berpotensi menciptakan kerumunan atau keramaian pada kegiatan masing-masing," tulisnya.

Guna mematuhi larangan tersebut, Satgas Covid-19 internal yang berada pada usaha hotel dan restoran diminta untuk mengawasi, serta menjamin tidak terjadinya kerumunan dan mendisiplinkan tamu atau pengunjungnya terhadap protokol kesehatan.

"Seluruh usaha pariwisata diminta mentaati ketentuan jam operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Bila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, maka Disparekraf DKI bakal memberikan sanksi tegas kepala pelaku usaha pariwisata. Penutupan sementara hingga denda pun bakal diberikan kepada pelanggar.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP