Netral English Netral Mandarin
02:21wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
DKI Minta Sumbangan ke Dubes, Musni Bela Anies: Bukan Aib dan Tidak Malu-maluin

Sabtu, 03-Juli-2021 20:09

Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
Foto : Youtube
Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait surat dari Pemprov DKI kepada para duta besar yang isinya meminta bantuan atau donasi untuk penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Musni, meminta bantuan kepada negara sahabat dalam keadaan darurat akibat pandemi, bukanlah sesuatu yang memalukan atau aib.

Hal tersebut disampaikan Musni melalui akun Twitter-nya dalam mengomentari pemberitaan salah satu media daring dengan judul berita 'Anies Malu-maluin Minta Bantuan ke Negara Asing'.

"Wabah Covid merupakan masalah hampir semua negara di dunia. Minta bantuan kepada negara sahabat dalam keadaan darurat tidak aib dan sama sekali tidak malu-maluin," cuit Musni Umar, Sabtu (3/7/2021).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu lantas menyinggung soal utang Indonesia yang sudah mencapai ribuan triliun di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Musni berpendapat, harusnya yang dihentikan adalah utang negara karena terus membengkak dan akan membebani generasi selanjutnya, bukan mempersoalkan langkah Pemprov DKI mencari sumbangan untuk penanganan Covid-19.

Diketahui, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah Indonesia sebesar Rp6.418,15 triliun atau setara 40,49 persen dari produk domestik bruto (PDB) per akhir Mei 2021.

"Yang harus dicegah dan dihentikan berutang jor-joran & hidup dari utang karena akan membebani kita dan anak cucu di masa depan," kata Musni Umar.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial surat dari Pemprov DKI kepada seluruh dubes negara asing di Jakarta. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro Kerja Sama Pemprov DKI Jakarta Andhika Permata pada 28 Juni 2021.

Dalam surat itu, Pemprov DKI mengajak para duta besar berkontribusi mengisi perabotan di Rusun Nagrak Cilincing, Jakarta Utara yang menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, serta ikut andil dalam pemenuhan kebutuhan ekstensi RS penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, surat tersebut tidak hanya ditujukan kepada para dubes, tapi juga untuk semua elemen masyarakat agar berkolaborasi dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kita mengajak semua masyarakat berkolaborasi bersama untuk saling membantu satu sama lain. Tidak hanya dubes, tapi semua elemen masyarakat," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/7/2021). 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli