Netral English Netral Mandarin
17:35wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
DKI Minta Sumbangan ke Para Dubes, FH: Lebih Elegan Anies Baswedan Mundur dari Jabatannya

Sabtu, 03-Juli-2021 19:24

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH).
Foto : Istimewa
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH).
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik keras Pemprov DKI Jakarta yang mengirim surat ke seluruh kantor kedutaan besar (kedubes) negara asing di Jakarta untuk meminta bantuan atau donasi terkait penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Ferdinand, Pemprov DKI telah mempermalukan Indonesia karena tindakan tersebut memunculkan stigma seolah bangsa ini tak mampu menangani pandemi Covid-19.

Karenanya, Ferdinand mendesak agar Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada bangsa Indonesia atas ulah Pemprov DKI yang mengemis bantuan dari para duta besar.

"Meski bukan @aniesbaswedan yang tanda tangani surat ke Kedubes yang mengemis bantuan itu, menurut saya Anies harus minta maaf secara resmi kepada bangsa ini," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, Jumat (2/7/2021).

"Karena perbuatannya telah mempermalukan Indonesia dengan stigma seolah Indonesia tak lagi mampu tangani covid. Itu kalau dia cinta Indonesia!," cuit @FerdinandHaean3.

Selain meminta maaf, Ferdinand menyebut bahwa lebih elegan kalau Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI.

Sebab, ditegaskan Ferdinand, tindakan Pemprov DKI itu menabrak etika ketatanegaraan dan mempermalukan Indonesia di mata dunia.

"Selain harus minta maaf secara resmi kepada Bangsa Indonesia karena telah mempermalukan Indonesia di mata dunia, sdr @aniesbaswedan mestinya lebih elegan mundur dari jabatannya," kata Ferdinand.

"Menabrak etika ketatanegaraan & mempermalukan Indonesia adalah wujud nyata fakir nasionalisme terhadap NKRI.!," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar luas di media sosial surat dari Pemprov DKI kepada seluruh dubes negara asing di Jakarta. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala Biro Kerja Sama Pemprov DKI Jakarta Andhika Permata pada 28 Juni 2021.

Dalam surat itu, Pemprov DKI mengajak para duta besar berkontribusi mengisi perabotan di Rusun Nagrak Cilincing, Jakarta Utara yang menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, serta ikut andil dalam pemenuhan kebutuhan ekstensi RS penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

Terkait beredarnya surat permintaan bantuan dari dubes itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) telah meminta klarifikasi kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Melalui pejabat yang ditembuskan dalam surat tersebut, Kemlu telah memintakan klarifikasi ke pihak Pemprov DKI kemarin," ujar juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah, Jumat (2/7/2021).

Setelah berkomunikasi, Teuku menyebut kalau pihak Pemprov DKI Jakarta sudah menarik surat itu. "Pasca-komunikasi tersebut, surat termaksud di atas telah ditarik oleh pihak pemda DKI," terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, surat tersebut tidak hanya ditujukan kepada para dubes, tapi juga untuk semua elemen masyarakat agar berkolaborasi dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kita mengajak semua masyarakat berkolaborasi bersama untuk saling membantu satu sama lain. Tidak hanya dubes, tapi semua elemen masyarakat," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/7/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati