Netral English Netral Mandarin
02:50wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
DKI sedang Defisit Anggaran, SGY Minta Sumber Dana BST Dijelaskan ke Publik

Selasa, 20-Juli-2021 15:40

Pengamat Politik, Sugiyanto
Foto : Wahyu Praditya Purnomo
Pengamat Politik, Sugiyanto
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bantuan Sosisal Tunai (BST) telah disalurkan kepada keluarga terdampak pandemi Covid-19 di DKI Jakarta pada hari Senin (19/7/2021) kemarin.

Pengamat Perkotaan Jakarta Sugiyanto mempertanyakan sumber dana BST tersebut.

Menurut Sugiyanto, Pemprov DKI Jakarta tengah mengalami kesulitan keuangan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta dan pendapatan lainnya baru sebesar 19 triliun.

Sedangkan belanja daerah sudah mencapai Rp 20,6 triliun. Terjadi defisit anggaran sebesar 1 triliun antara belanja dan pendapatan DKI Jakarta.

"Ini yang perlu dipertanyakan oleh DPRD DKI Jakarta. Dari pos anggaran mana Gubernur Anies mengalokasikan BST senilai Rp 604 miliar. Jumlah ini cukup besar. Sedangkan anggaran DKI sedang defisit," kata pria yang akrab disapa SGY di Jakarta Utara, Selasa (20/7/2021).

SGY mengatakan, Pemprov DKI Jakarta pernah menjelaskan, pada akhir Juni 2021, PAD DKI Jakarta baru tercapai Rp 13 triliun, ditambah pendapatan lainnya sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan belanja daerah sudah mencapai Rp 20,6 triliun.

Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) DKI Jakarta tahun 2021, lanjut Sugiyanto, juga sudah habis untuk penanganan Covid-19 dan hanya tersisa Rp 186 miliar dari total anggaran yang disiapkan sebanyak Rp 2,1 triliun.

Dari jumlah alokasi anggaran BTT sebesar 2,1 triliun itu, sebanyak Rp 1,946 triliun telah dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Sedangkan sisa BTT 186 milyar rencananya juga akan digunakan untuk insentif tenaga kesehatan, tenaga vaksinasi, subsidi pangan, tenaga penunjang lainnya, termasuk untuk penginapan petugas medis, pemberian makan bagi OTG Covid-19, hingga pembelian peti jenazah.

"Ini yang perlu dipertanyakan oleh DPRD DKI Jakarta. Dari pos anggaran mana Gubernur Anies mengalokasikan BST senilai Rp 604 miliar. Jumlah ini cukup besar. Sedangkan anggaran DKI sedang defisit," ujarnya.

SGY mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta juga telah mengalokasikan anggaran penanganan pandemi Covid-19 ke dalam DPA Perangkat Daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, Satpol PP, dan lain-lain. Tetapi khusus untuk dana BST ini harus dijelaskan asal sumber dananya, agar masyarakat mudah untuk melakukan kontrol.

"Harus dijelaskan ke publik asal sumber dananya. Apakah dari program kolaborasi, atau dari pos SKPD tertentu. Agar jelas dan terang benderang. Dengan demikian mudah bagi DPRD dan masyarakat untuk mengawasinya," tandasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP