Netral English Netral Mandarin
01:39 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
DKI Sesuaikan Kebijakan Pusat Terkait Aturan Pembatasan Jawa - Bali

Kamis, 07-January-2021 18:40

Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Foto : Istimewa
Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta, mengikuti arahan pemerintah pusat untuk menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan mulai tanggal 11 - 25 Januari 2021. 

Peraturannya atau Surat Edarannya (SE) pun, segera diterbitkan Gubernur Anies Baswedan. 

"Sebagaimana adanya kebijakan dari pusat yang akan memberlakukan pengetatan di Jawa dan Bali, maka kami pun bergerak cepat. Pak Gubernur telah mengeluarkan Pergub, untuk menyesuaikan jadwalnya dengan pusat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Kamis (7/1/2021).



Sebagaimana diketahui, Jakarta sendiri saat ini masih menerapkan PSBB transisi hingga tanggal 14 Januari 2021. Dengan adanya kebijakan pusat, DKI pun kini menyesuaikan kembali menjadi 11 - 25 Januari 2021.

"Pada kebijakan ini juga beberapa point-point subtansi yang kita sesuaikan seperti penerapan 50 - 50 pekerja perkantoran yang kerja di rumah, menjadi 25 - 75 . Begitupun dengan makan di tempat kapasitasnya hanya 20 persen," jelasnya. 

Menurut Riza, kebijakan pusat menerapkan PPKM di Jawa dan Bali sebagai pengendalian penyebaran Covid-19 sesuai harapannya bersama Gubernur Anies Baswedan selama ini. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan mulai tanggal 11 - 25 Januari 2021. 

Langkah tersebut, dilakukan untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini jumlahnya terus melonjak.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP