Netral English Netral Mandarin
03:40wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
DKI Uji Coba Tahap II PTM, 300 Sekolah Telah Mengikuti Assesment

Jumat, 21-Mei-2021 16:00

Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi)
Foto : Istimewa
Pembelajaran Tatap Muka (ilustrasi)
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebanyak 300 sekolah di Jakarta mengikuti assessment tahap II uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 - 24 Juni 2021. 

Jumlah tersebut, di luar 85 sekolah yang sebelumnya telah mengikuti ujicoba PTM di tahap I.  

"Jadi sekarang ini Insya Allah tanggal 24 Mei - 4 Juni ada tiga ratus sekolah sedang mengikuti pelatihan persiapan pembelajaran tatap muka," terang Kasubag Humas Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/5/2021).

Taga menambahkan, bahwa untuk yang 85 sekolah di tahap I tidak perlu assessment kembali bila ingin mengikuti tahap II PTM. Hanya, mereka membuat SPTJM surat pertanggung jawaban mutlak dari kepala sekolah.

"Dan juga bermaterai dengan isinya adalah tetap memperhatikan atau menjaga prokes (protokol kesehatan)  buat anak, serta peserta didik," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa langkah pembelajaran tatap muka tahap II sudah sesuai dengan rencana awal Disdik DKI Jakarta. Malahan, pihaknya juga berencana untuk menambah target sekolah pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru.

"Bulan Juli juga ada penambahan, cuma belum tahu angkanya berapa, nambah target ya maksudnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan seluruh sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Juli 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, sistem pembelajaran tersebut berbeda dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi Covid-19 atau bersifat terbatas.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP