Netral English Netral Mandarin
04:54wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Dokter Aninggar Ungkap Cara Penanganan Isoman: Stop Hoax Soal Covid

Senin, 19-Juli-2021 12:40

Ilustrasi Covid-19
Foto : Freepok
Ilustrasi Covid-19
42

JAKARTA, NETRALNEWD. COM

Dokter Pegiat Sosial Adaninggar mengungkapkan keresahannya dengan konten hoax Covid pada timeline dunia maya. Beberapa soal isolasi mandiri hingga obat yang disebut membunuh pasien.

Apalagi, kata dia kaum hoaxer selalu membuat analisa salah soal Isolasi Mandiri (Isoman).

Akhir-akhir ini banyak pasien isoman yang meninggal di rumah. Sesuai permintaan para kaum hoaxer yang ingin melihat bukti bahwa sekarang orang yang meninggal di luar RS juga banyak. Setelah ada buktinya, mereka menyangkal lagi bahwa meninggalnya karena keracunan obat-obatan. SOOOO ST***D..

"Nih ya penjelasannya kenapa orang selama isoman juga harus diawasi. KARENA ada beberapa kemungkinan perjalanan penyakit Covid bisa bervariasi dan tidak pernah bisa diprediksi:1. Sejak awal kondisi memang sedang-berat2. Awal gejala ringan, memburuk jadi gejala sedang-berat tapi sembuh3. Awal gejala ringan, memburuk jadi gejala sedang-berat tapi meninggal4. Sejak awal gejala ringan lalu dalam 10-14 hari sembuh," tulisnya seperti dilansir akun resmi Instagramnya, @drningz Jakarta, Senin (19/7/2021).

Dia pun menegaskan kalau pengawasan Isoman yang tak baik jadi penyebab kematian bagi banyak kasus.

"Inilah alasan mengapa banyak yang meninggal saat isoman yakni PENGAWASAN YANG TIDAK BAIK, selain itu juga karena terpengaruh hoax sehingga takut dibawa ke RS padahal pada titik tertentu saat seseorang sudah tidak bisa dirawat di rumah, org ini harus mendapatkan pertolongan profesional di RS," tulisnya.

Selain itu penuhnya RS juga karena tingginya penularan yang tidak terkendali. Ada peran hoax juga ga di situ?? PASTII

"Orang-orang yang isoman ini mengkonsumsi obat yang sama dengan yg di RS bahkan lebih banyak yang tidak mengkonsumsi obat jadi kalo menyalahkan interaksi obat sebagai penyebab perburukan dan meninggal seharusnya yang meninggal akan lebih banyak daripada yg sembuh, kenyataannya?? bisa dilihat sendiri berapa orang yang sembuh," Dia menulisnya tegas.

Maka dari itu dirinya beserta masyarakat meminta buat berhati-hati mengkonsumsi media sosial yang belum jelas secara medis.

"Saya mengajak teman-teman yang waras di sini untuk melawan ketidakwarasan yang sudah banyak memakan korban,

"Kasihan orang-orang yang ditakuti hoax akhirnya harus meregang nyawa padahal sebenarnya masih bisa ditolong. Lawan terus hoax yang beredar. Jangan takut ke RS bila memang diperlukan, bila memang RS penuh konsultasi ke dokter untuk mendapatkan nasihat2 secara profesional dan jangan takut minum obat bila memang diperlukan,"

 

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani