Netral English Netral Mandarin
14:28 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Dokter Ketiga di Sultra yang Meninggal Karena COVID-19, Usianya 27 Tahun

Sabtu, 28-November-2020 16:15

Ilustrasi orang memakai masker.
Foto : freepik.com
Ilustrasi orang memakai masker.
16

KENDARI, NETRALNEWS.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa seorang dokter muda dengan usia 27 tahun meninggal akibat terkonfirmasi positif COVID-19.

Wakil Ketua IDI Sultra dr Agus Purwo Hidayat menjelaskan, dokter tersebut bernama Yudhi Aschary Pratama dan dinyatakan meninggal pada Sabtu (28/11) pagi pukul 09.00 Wita di Rumah Sakit Bahteramas Kendari.

"Almarhum adalah dokter pertama yang meninggal akibat positif COVID-19 di Sultra, khusus dokter, masih muda. Umur 27 tahun," kata dr Agus saat diwawancara via telepon selulernya, di Kendari, Sabtu (28/11/2020).



Ia mengatakan bahwa almarhum merupakan dokter umum yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Puuwatu, dan di Rumah Sakit Permata Bunda.

Dikatakannya, almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Kendari, namun karena gejalanya semakin berat kemudian dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas Kendari pada Senin (23/11) dini hari.

"Sempat dirawat di rumah sakit kota, terus dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas. Sebetulnya awal gejalanya ringan, cuma setelah beberapa hari dirawat gejalanya semakin berat akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas," ujar dia.

Ia menambahkan, dengan gugurnya satu dokter akibat COVID-19, ia berharap masyarakat maupun dokter lainnya agar selalu waspada dengan penyebaran virus tersebut, karena penyebarannya masih terjadi, dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk teman-teman dokter sebetulnya kita harus tetap waspada terhadap semua lingkungan baik lingkungan praktek, lingkungan kerja, terus lingkungan sekitar rumah, kita tidak tahu ini yang bergejala dan bergejala karena sudah banyak pasien pasien yang ada gejala COVID-19, tetapi takut juga untuk memeriksakan diri," katanya, seperti dilansir Antara.

IDI Sultra mencatat, jumlah dokter yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Sabtu (28/11), sebanyak 103 orang dengan rincian dokter spesialis 31 orang dan dokter umum 72 orang. Dinyatakan sembuh sebanyak 92 orang dan tengah menjalani perawatan isolasi sebanyak 10 orang dan meninggal satu orang.

Dengan meninggalnya satu dokter umum di Sultra, maka jumlah dokter yang meninggal akibat COVID-19 di Sultra menjadi tiga orang, dua di antaranya dokter gigi dan satu dokter umum.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sultra hingga Jumat, 27 November 2020 pukul 17.00 Wita, mencatat total kasus positif COVID-19 di daerah itu sebanyak 6.366 orang, dinyatakan sembuh sebanyak 5.179 orang, yang tengah menjalani perawatan atau isolasi mandiri sebanyak 1.085 orang dan dinyatakan meninggal sebanyak 102 orang.

Reporter : irawan
Editor : irawan