Netral English Netral Mandarin
15:33 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Inilah Sosok Dokter Muda yang Dianiaya Satpam di Palmerah

Kamis, 24-December-2020 17:00

Polisi sebut dokter muda yang dianiaya merupakan perempuan berprestasi.
Foto : Antara
Polisi sebut dokter muda yang dianiaya merupakan perempuan berprestasi.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat mengungkap dokter muda perempuan Ranisa Larasati yang dianiaya sekuriti Hotel Bamboo Inn, Palmerah, merupakan murid berprestasi.

“Korban merupakan dokter berprestasi jika kita melihat latar belakangnya. Tahun 2014 dia meraih 10 besar nilai ujian nasional, dia ingin sertifikasi dokter jantung,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi, Kamis, (24/12/2020).

Namun langkah dokter muda tersebut tertunda, lantaran dianiaya oleh pelaku Abdul Jabar (30) seorang sekuriti hotel tersebut pada Minggu (20/12).



Arsya mengatakan pada tempurung kepala serta area sekitar korban terdapat retakan, lantaran dihantam kunci Inggris saat akan terjadi kejahatan seksual.

“Korban masih kritis di ICU RS Harapan Kita, kita doakan saja,” kata Arsya.

Sementara itu, Arsya menjelaskan pelaku tidak dipengaruhi oleh alkohol maupun obat-obatan terlarang dalam melakukan aksinya ini.

“Kita sudah cek urin, yang bersangkutan tidak menggunakan obat apapun. Jadi tindakan yang dilakukannya itu dengan sadar, ya dia sadar dengan apa yang akan dilakukannya,” ujar Arsya, dilansir Antara.

Abdul Jabar ditangkap tak kurang dari 12 jam setelah kejadian tersebut. Pelaku dikenakan pasal percobaan pemerkosaan dan penganiayaan serta pemerasan dengan pasal 53 junto 285 KUHP dan pasal 351 ayat 2 KUHP dan pasal 368 KUHP dengan ancaman minimal sembilan tahun penjara.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani