Netral English Netral Mandarin
11:56wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Dolar AS Melemah terhadap Euro di Akhir Perdagangan

Jumat, 10-September-2021 08:07

Ilustrasi Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Dolar AS
16

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Dolar AS merosot pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 10/9/2021 pagi WIB) saat imbal hasil obligasi pemerintah turun setelah pemerintah AS melihat permintaan yang kuat untuk penjualan obligasi 30-tahun, sementara euro terangkat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengatakan akan memangkas pembelian obligasi darurat selama kuartal mendatang.

Greenback sebagian besar telah bergerak sejalan dengan imbal hasil obligasi minggu ini. Imbal hasil turun pada Kamis (9/9/2021) setelah Departemen Keuangan menyelesaikan pasokan kupon senilai 120 miliar dolar AS yang dijadwalkan untuk minggu ini.

Terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dolar bertahan di atas level terendah satu bulan yang dicapai pada Jumat (3/9/2021) ketika data pekerjaan untuk Agustus menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan melambat.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya tergelincir 0,23 persen menjadi 92,47, naik dari level terendah satu bulan di 91,94 pada Jumat (3/9/2021).

Investor fokus pada kapan Federal Reserve kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi (tapering) ketika bank sentral menyeimbangkan kenaikan tekanan harga terhadap gambaran ketenagakerjaan yang masih relatif lemah.

Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans pada Kamis (9/9/2021) mengatakan ekonomi AS "belum keluar dari kesulitan," dan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi kuat dan janji vaksin, tantangan tetap ada, termasuk rantai pasokan dan hambatan pasar tenaga kerja.

Sementara itu, Gubernur Fed Michelle Bowman menambahkan suaranya ke semakin banyak pembuat kebijakan yang mengatakan laporan pekerjaan Agustus yang lemah kemungkinan tidak akan membatalkan rencana bank sentral untuk memangkas 120 miliar dolar AS dalam pembelian obligasi bulanannya akhir tahun ini.

Data pada Kamis (9/9/2021) menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu ke level terendah dalam hampir 18 bulan, menawarkan lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan pekerjaan terhambat oleh kekurangan tenaga kerja daripada pendinginan permintaan pekerja.

Euro juga didukung setelah ECB mempertahankan nada dovish dan tidak memberikan kejutan besar karena mengambil langkah kecil pertama untuk melepaskan bantuan darurat yang menopang ekonomi zona euro selama pandemi.

Dalam dua kuartal terakhir, bank telah membeli sekitar 80 miliar euro obligasi setiap bulan. 

ECB tidak memberikan panduan numerik untuk tiga bulan ke depan, tetapi analis telah memperkirakan sebelum pertemuan bahwa pembelian akan turun menjadi antara 60 miliar dan 70 miliar euro pada bulan-bulan itu.

"ECB memberikan sebagian besar seperti yang diharapkan hari ini," kata analis di TD Securities dalam sebuah laporan. "Ke depan, fokusnya adalah pada bagaimana ECB mendefinisikan "cukup" - apa pun yang kurang dari 60 miliar euro per bulan bisa menjadi bearish.

"Euro naik 0,11 persen hari ini menjadi 1,1828 dolar AS.

Bitcoin lebih tinggi dan berusaha untuk pulih dari penurunan harga yang besar dan tiba-tiba pada Selasa (7/9/2021). 

Mata uang kripto itu naik 1,28 persen menjadi 46.680 dolar AS. 

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli