Netral English Netral Mandarin
04:51wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
DPR Kolaborasi dengan Kemensos, Serahkan Bantuan ATENSI di Manado

Minggu, 10-Oktober-2021 11:25

Komisi VIII DPR Kolaborasi dengan Kemensos Serahkan Bantuan ATENSI
Foto : Kementerian Sosial
Komisi VIII DPR Kolaborasi dengan Kemensos Serahkan Bantuan ATENSI
6

MANADO, NETRALNEWS.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan kegiatan Reses Komisi VIII DPR di Provinsi Sulawesi Utara ditandai dengan penyerahan bantuan ATENSI berupa alat bantu dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan Lanjut Usia (Lansia), serta anak yatim, piatu dan yatim piatu.

Kegiatan diawali dengan laporan dari Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Ditjen Rehabilitasi Sosial, Victorious Saut Hamonangan Siahaan terkait jangkauan layanan dan kinerja Kementerian Sosial di Provinsi Sulawesi Utara.

Rombongan Komisi VIII DPR diketuai Marwan Dasopang secara simbolis menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, berupa alat bantu aksesibilitas dan kewirausahaan kepada penerima manfaat dengan total Rp 775.136.400.

Bantuan tersebut merupakan kolaborasi balai dan Loka di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kemensos yaitu Balai “Tumou Tou” Manado, Balai “Nipotowe” Palu, Balai “Wasana Bahagia” Ternate, Loka “Meohai” Kendari serta Loka “Minaula” Kendari.

Pada kesempatan itu, rombongan Komisi VIII DPR meninjau Sentra Kreasi Atensi (SKA) dan melihat dari dekat berbagai hasil karya Penerima Manfaat (PM) dari Balai “Tumou Tou” Manado.

Di antara hasil karya PM terdiri dari makanan, seperti Abon Cakalang, Sambal Roa, Keripik Pisang Goroho dan Kacang Manado. Juga, ada hasil aneka kerajinan tangan berupa taplak meja dari benang sulam, bunga hias, pot bunga, serta asbak.

“Kalau penerima manfaat sudah berproduksi dan menghasilkan uang untuk kehidupan sehari-hari itu bagus. Kira-kira apa yang diperlukan balai untuk meningkatkan kualitas pelayanan?” tanya Marwan kepada kepala Balai “Tumou Tou” Manado, Kamsiaty Rotty.

“Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat terbatas. Terlebih usai beralih fungsi menjadi multilayanan jumlah pekerja sosial tidak sebanding dengan wilayah jangkauan yang meliputi 23 Kabupaten/Kota di dua Provinsi yaitu Sulawesi Utara dan Gorontalo, ” jawab Kamsiaty Rotty.

Kegiatan dimasa reses Komisi VIII DPR diakhiri dengan acara ramah-tamah, makan malam, berfoto bersama dengan seluruh pegawai balai dan loka yang turut hadir.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara, Kadinsos Kota Manado dan para Kepala Balai dan Loka di bawah Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos di wilayah Sulawesi dan Maluku.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli