Netral English Netral Mandarin
20:28wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Dr Tirta Sebut Angka Kematian Covid Dihapus, “Kurang Sukses, Ga Usah Malu-malu”

Selasa, 10-Agustus-2021 22:00

Dr Tirta Hudi.
Foto : Instagram
Dr Tirta Hudi.
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Relawan yang juga dokter dan pengusaha aparei dr Tirta Hudi menbuat pernyataan mengejutkan terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di akun Instagramnya, Selasa, (10/8/2021), ia menulis,” Bilang aja penanganan pandemi : “kurang sukses” Makanya angka kematian dihapus dr indikator, biar bisa keliatan sukses.

Menurut Tirta, karena angka kematian tidak turun-turun, maka dihapuskan jadi syarat. 

“Jadi cuma buat update. Wis to ngaku ae. Ga usah malu2, kita terima kok. Dosis vaksin ga merata. Faskes ga imbang. Pcr di beberapa kota masih 5 hari. Bansos korup. Ditambah penghapusan angka kematian. Ngajak rapat relawan buat ada2 aja agar terbukti “mendengarkan kritik”,” tulis dr Tirta.

Ia juga menulis, jika keadaan demikian, sebaiknya ia balik ke rumahnya saja di Yogya. “Nek ngene critane, mending aku balik jogja ae. Ngurus anak. Praktek. Sekolah meneh. Ngurus toko.”

Ia juga meminta Kemenkes untuk membuat kebijakan terkait persyaratan kegiatan warga melalui kartu vaksin. 

“Ada orang-orang dengan kondisi begini paru-paru cuma sisa satu mau vaksin ndak di izinkan dah gitu keluar juga takut kena covid Harus pake sertifikat pula cc @KemenkesRI."

“Ga kira2 emng kalo bikin kebijakan Pasien saya ga semua berduit, buat swab aja ada duit Dia mau kerja, mandornya dan perusahaan harus wajibin ada vaksin Mau berobat mnta surat rekomendasi ga bisa divaksin, harus ke rs. Anda ga kasian? @KemenkesRI?."

Ia menambahkan, hingga saat ini dosis vaksin belum merata. “Dan ini yg ga bisa divaksin, harus dapet rekom dulu, lalu d legalisir dinkes Ribet sekali birokrasinya ya Tuhan.”

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P