Netral English Netral Mandarin
03:36wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
DS: Cari Simpati ke Kadrun Itu Gampang, Lu Boleh Bejat, Boleh Nyodomi, tapi Bela Tuhan dan Agama maka Akan...

Senin, 20-September-2021 11:50

Irjen Napoleon dan Denny Siregar
Foto : Kolase Netralnews
Irjen Napoleon dan Denny Siregar
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menyentil keras sosok Irjen Napoleon yang telah melakukan tindakan tercela terhadap Muhammad Kece. 

“Beginilah kalo mabok agama, jadi gak humanis. Nabi pasti malu lihat umatnya kayak gini. Apalagi masuk penjara krn korupsi.. Ga usah sok bela agama, bela Tuhan segala, pak..,” kata Denny Siregar, Senin 20 September 2021.

“Kamu dapet duit suap dr tersangka koruptor aja itu sudah menghina Tuhan dan agama,” katanya.

Bahkan Denny mengait-ngaitkan dengan mencari simpati para “kadrun”.

“Cari simpati ke kadrun itu gampang banget. Lu boleh korupsi, boleh bejat, boleh nyodomi, boleh mutilasi, boleh apapun juga yang dilarang agama.. Tapi ketika elu pake baju gamis, bawa2 bela Tuhan dan agama, maka lu akan berubah dari kadal menjadi org yg terpuji..,” imbuh Denny.

Untuk diketahui, terdakwa kasus korupsi, Irjen Napoleon Bonaparte, diduga melumuri tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kece alias Kace dengan kotoran manusia. Dari mana Napoleon mendapat kotoran manusia untuk melumuri Kace?

"Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB," ujar Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9/2021).

Andi menjelaskan Irjen Napoleon Bonaparte diduga juga memukul Kace. Dia menyebut Kace diduga dipukul dan dilumuri kotoran manusia oleh Irjen Napoleon Bonaparte dalam waktu bersamaan.

"Sambil memukul juga melumuri kotoran manusia," tuturnya.

Meski demikian, dia belum menjelaskan detail kronologi kasus ini. Motif dugaan penganiayaan itu juga masih ditelusuri.

"Nanti saya jawab setelah pemeriksaan saksi siang nanti," ucapnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap fakta menggegerkan di kasus dugaan penganiayaan tersangka kasus dugaan penodaan agama, Muhammad Kece alias Kace, di dalam rutan. Kece diduga dilumuri kotoran manusia oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Napoleon merupakan tahanan di Rutan Bareskrim Polri. Dia mendekam di sel karena terlibat kasus penghapusan red notice/DPO Djoko Tjandra. Dia telah divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan pada tingkat pertama. Vonis itu tak mengalami perubahan di tingkat banding.

Sementara dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece alias Kace ini, Napoleon merupakan terlapor. Polisi kemudian mengungkap fakta menggegerkan terkait kasus ini. Napoleon diduga melumuri wajah dan tubuh Kace dengan kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9).

Napoleon Buka Suara

Napoleon buka suara soal kasus ini lewat surat yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara. Dia mengawali penjelasan soal dirinya yang terlahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim.

Dia menyatakan siapapun bisa menghina dirinya namun tidak dengan Allah, Rasulullah dan Al-Qur'an. Dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap orang yang menghina Allah, Rasulullah dan Al-Qur'an.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ujarnya.

Dia menyayangkan perbuatan Kace yang dianggapnya bisa merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Kace.

"Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu," tuturnya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli