3
Netral English Netral Mandarin
05:21 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Didaulat Jadi Ketua Dewan Buzzer Tandingi Dewan Pers, DS: Bikin Panas Kelompok Sebelah aja

Senin, 15-Februari-2021 08:36

Ilustrasi Didaulat Menjadi Ketua Dewan Buzzer Tandingi Dewan Pers
Foto : Istimewa
Ilustrasi Didaulat Menjadi Ketua Dewan Buzzer Tandingi Dewan Pers
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Di sosial media beredar ajakan pendirian Dewan Buzzer untuk tandingi Dewan Pers dan Denny Siregar didaulat menjadi ketuanya. Usulan ini disuarakan oleh akun  lndonesiakininews.com.

"Dewan Pers VS Ketua Dewan Buzzer NKRI Denny Siregar, Siapa Lebih Banyak Pendukungnya? Dewan Pers harus berhadapan dengan Dewan Buzzers NKRI! Yuuk... Para Sobat netizen NKRI, kita merapat  dan membentuk Dewan Buzzers NKRI,"  demikian pernyataannya seperti diunggah di akun FB Denny Siregar.

Minggu malam (14/2/21), Denny pun membalasnya, "Jangan gini dong, bikin panas kelompok sebelah aja..."

Untuk diketahui, fenomena buzzer disebut merupakan bagian dari sekian banyak faktor yang mengancam kebebasan pers di era digitalisasi di Indonesia seperti saat ini.

Pasalnya, dengan adanya Buzzer atau akun-akun robot yang dikendalikan oleh pihak tertentu sedikit banyaknya mengancam demokrasi dan karya jurnalistik itu sendiri.

Demikian disampaikan Wartawan Senior yang juga anggota Dewan Kehormatan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Ilham Bintang saat menjadi narasumber dalam serial diskusi DN-PIM bertajuk "Masihkah Pers Berkontribusi Bagi Perkembangan Demokrasi Di Indonesia" Selasa 1 September 2020.

"Data kategorisasi ancaman pers. Jadi ada 5 kategori ancaman buat pers. Pertama itu pemerintah, kedua institusi hukum, tentara, jadi tentara itu termasuk premannya yang nyerbu-nyerbu kantor itu. keempat pemilik modal," kata Ilham Bintang seperti melansir rmol.id..

"Kelima, sekarang saya tambahkan adalah buzzer. Trend terbaru ini sejak sosial media (medis)," imbuhnya.

Ilham Bintang lantas mengurai bahwa Buzzer itu memiliki tujuan untuk melemahkan peran pers di negara demokrasi dal hal ini lebih spesifik terhadap Indonesia. Akibat ulah Buzzer ini, tidak sedikit menelan korban tokoh hingga orang tertentu yang kritis terhadap pemerintah.

"Buzzer juga yang bertujuan untuk melemahkan peran pers itu yg skrg kita liat yang dirasakan Bang Din Syamsuddin lah dalam deklarasi KAMI seperti itulah ancamannya," demikian Ilham Bintang.

Selain Ilham Bintang, turut hadir secara virtual dalam diskusi tersebut antara lain Ketua DN PIM yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, jurnalis senior dan praktisi media serta dosen pakar komunikasi pun turut meramaikan diskusi tersebut.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto