3
Netral English Netral Mandarin
16:26 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
DT: Pak JK, Anda Tau Tidak Dosa Anda Kepada Rakyat dan Negara Ini?

Rabu, 17-Februari-2021 21:45

Dewi Tanjung
Foto : Youtube Dewi Tanjung
Dewi Tanjung
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengomentari pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang mempertanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tapi tidak dipolisikan.

"Pak JK, anda Tau tidak Dosa anda kepada Rakyat dan negara ini?," tulis Dewi di akun Twitternya, @DTanjung15, Rabu (17/2/2021).

Dewi lantas menuding ada mantan pejabat yang lebih jahat karena membantu kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) untuk demo dan membuat gaduh demi kepentingan pribadi. Menurut Dewi, mantan pejabat seperti itu harusnya ditangkap polisi.

"Lebih Jahat lagi ada Mantan Pejabat negara ikut membiayai memulangkan Rizik sihab untuk demo membuat kegaduhan di negara ini karena kepentingan pribadi," kata Dewi.

"Harusnya mantan pejabat negara seperti ini di Tangkap Polisi..!!" cuit @DTanjung15.

Sebelumnya, Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta masyarakat lebih aktif mengkritik pemerintah. Jusuf Kalla mempertanyakan bagaimana caranya agar masyarakat bisa mengkritik pemerintah tanpa harus dipanggil polisi.

"Walaupun dikritik berbagai-bagai, beberapa hari lalu Bapak Presiden mengumumkan 'silakan kritik pemerintah'. Tentu banyak yang ingin melihatnya, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja. Ini tentu menjadi bagian daripada upaya kita semua," kata Jusuf Kalla di acara peluncuran Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI, Jumat (12/2/2021).

Sementara soal isu yang beredar di media sosial yang menuding JK membantu kepulangan Habib Rizieq pada November 2020 lalu, telah dibantah langsung oleh JK.

Adapun tudingan itu muncul lantaran Jusuf Kalla berkunjung ke Arab Saudi tak berselang lama sebelum kepulangan Rizieq ke Indonesia.

Jusuf Kalla mengatakan, dirinya ke Arab Saudi kala itu adalah untuk menandatangani kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW.

"Maksud saya ke Mekkah adalah ibadah saja. Sepulang dari Vatikan. Di samping singgah di Riyadh untuk tanda tangan, kita ibadah malah dituduh macam-macam," kata JK dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Berita Satu Claudius Boekan di kanal YouTube Berita Satu pada (4/12/2020) lalu.

Sementara juru bicara Jusuf Kalla, Husein Abdullah menyebut, isu itu dihembuskan oleh orang yang suka mencocok-cocokan informasi meski sebenarnya tidak berkaitan satu sama lain atau "cocokologi".

"Ini kan kadang-kadang dengar ini itu terus Tweet bikin cocokologi, kemudian dengan segala retorika, berlindung menggunakan kata pengganti segala macam," kata Husein saat bicara di TV One pada (11/11/2020).

Husein menegaskan, kepergian JK ke Arab Saudi berkenaan dengan rencana pembangunan museum Nabi Muhammad SAW di Jakarta dan sama sekali tidak ada agenda bertemu dengan Rizieq Shihab.

"Menyaksikan penandatanganan museum Rasulullah yang akan bangun di Jakarta itu di Riyadh. Biasanya kan kita kalau sudah di Saudi biasanya kan umrah. Tidak afdol kalau tidak umrah. Ya umrah lah ke Mekkah," jelas Husein.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP