Netral English Netral Mandarin
02:13wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Terkuak! Dua Masalah Besar di BUMN Salah Satunya Radikalisme, FH: Menteri Harus Berani Tegas

Selasa, 13-April-2021 09:25

Menteri BUMN Erick Thohir
Foto : Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terkuak bahwa saat ini, permasalahan besar yang dihadapi BUMN setidaknya ada dua yakni soal redikalisme yang menjalar dan problem keuangan.

Hal ini juga digarisbawahi Ferdinand Hutahaean. 

“Saat ini ada 2 masalah besar di BUMN kita. 1. Masalah keuangan; 2. Masalah radikalisme,” ungkap Ferdinand Hutahaean, Selasa 13 April 2021.

“Kedua hal ini bila tak diatasi dan diselesaikan, maka BUMN kita bbrp tahun kedepan hanya akan jd sarang masalah dan sumber keributan. Menteri BUMN hrs berani tegas,” imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mendorong Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membersihkan perusahaan pelat merah dari radikalisme. Hal ini diungkap merespons polemik pengajian di PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni).

"Tentunya hal ini (radikalisme) jangan dibiarkan saja, mengingat sangat membahayakan bagi bangsa dan negara," kata Wakil Ketua Umum DPP KNPI Lisman Hasibuan dalam keterangan tertulis, Senin, 12 April 2021.

Lisman mendorong Erick mengevaluasi direksi PT Pelni. Mereka dianggap tidak berkoordinasi dengan jajaran komisaris terkait kegiatan di dalam perusahaan milik negara tersebut.

"Hal ini tidak boleh dibiarkan, KNPI akan melakukan aksi unjuk rasa pekan depan, baik di Kementerian BUMN maupun di PT Pelni, agar Menteri BUMN Erick Thohir bertindak," jelas Lisman.

Dia khawatir jika dibiarkan, masalah ini menjadi besar di kemudian hari. Lisman berharap ke depan, BUMN lain mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap kegiatan.

Kajian islam yang digelar Badan Kerohanian Islam PT Pelni dibatalkan jajaran komisaris. Agenda itu salah satunya diisi Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Cholil Nafis.

Ceramah via Zoom itu sedianya mengangkat tema-tema seputar Ramadan. Komisaris independen PT Pelni Kristia Budiyarto menerangkan kegiatan itu belum mendapatkan izin dari direksi.

"Oleh sebab itu kegiatan tersebut dibatalkan," jelas Kang Dede seperti dinukil Medcom.id. 

Dalam kicauan di Twitter, Kang Dede menyinggung panitia acara sudah dimutasi. Tak hanya itu, Kang Dede menyinggung soal radikalisme. Masalah ini sempat viral di media sosial hingga Kang Dede meminta maaf kepada M Cholil Nafis. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto