Netral English Netral Mandarin
19:26wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Duet Anies-AHY Bakal Jadi Lawan Tangguh Bagi Kompetitornya di Pilpres 2024

Jumat, 07-Mei-2021 20:45

AHY Kunjungi Anies di Balaikota
Foto : Istimewa
AHY Kunjungi Anies di Balaikota
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik Jamaluddin Ritonga mengatakan, pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Balai Kota Jakarta pada Kamis (6/5/2021) tentu menimbulkan banyak spekulasi.

Apalagi, lanjutnya, Anies dan AHY termasuk orang populer di Indonesia sebagaimana terlihat dari hasil survei Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Baru-baru ini. 

Karena itu, Jamaluddin menilai wajar kalau pertemuan Anies dan AHY dikaitkan dengan Pilpres 2024. Sebab dua tokoh muda ini memang capres potensial pada pilpres 2024.

"Hasil survei LP3ES memperlihatkan, Anies dan AHY dua sosok muda yang masuk lima besar baik popularitas maupun elektabilitasnya," kata Jamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/5/2021).

"Jadi wajar kalau Anies dan AHY saling membutuhkan untuk kepentingan Pilpres 2024. Anies dengan elektabilitas yang tinggi tentu memerlukan perahu dari partai politik. Partai Demokrat yang dikomandoi AHY tentu berpeluang menjadi perahu Anies," ujarnya.

Di lain pihak, ungkap Jamaluddin, AHY selain mempunyai kendaraan politik, popularitas dan elektabilitasnya juga moncer. Tentu ini jadi modal besar untuk berduet dengan Anies pada Pilpres 2024.

"Jadi, pertemuan di Balai Kota kiranya penjajakan ke arah duet capres pada Pilpres 2024. Penjajakan ini diperkirakan akan berlanjut untuk mematangkan duet tokoh muda itu pada Pilpres 2024," ucap dia.

Untuk mewujudkan itu, tambah Jamaluddin, tentu masih diperlukan dukungan partai lain. Menurutnya, partai yang berpeluang dijajaki tampaknya PKS dan NasDem. Dua partai ini punya kedekatan dengan Anies. Sementara Partai Demokrat punya kedekatan dengan PKS," jelasnya.

"Kalau Anies dan AHY dapat menjaga popularitas dan elektabilitasnya, tampaknya tidak akan sulit mendapat dukungan dari Partai NasDem dan PKS. Dua Partai ini bersama Partai Demokrat sudah lebih dari cukup untuk mengusung duet Anies-AHY pada Pilpres 2024," jelasnya.

Bahkan, Jamaluddin menyebut, tidak menutup kemungkinan dukungan akan datang dari PPP dan PAN. Sebab, dua partai ini juga punya kedekatan terhadap Partai Demokrat dan Anies.

"Kalau duet Anies-AHY terwujud, tentu akan jadi magnet sekaligus lawan tangguh bagi kompetitornya pada Pilpres 2024," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P