Netral English Netral Mandarin
02:24wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Dugaan Korupsi Lahan DP 0 Rupiah, Ferdinand: Bubar Sajalah KPK kalau Pura2 Tolol Soal Korupsi Jakarta

Senin, 22-Maret-2021 22:55

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima data dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terkait lahan di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK sedang menyidik dugaan korupsi pembelian lahan oleh BUMD DKI Jakarta, PD Sarana Jaya.

"Benar, kami telah menerima data dimaksud, kami akan pelajari lebih lanjut," kata Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3/2021).

Terkait hal itu mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) ikut berkomentar, dia mengatakan KPK merupakan lembaga yang bisa menerobos penegak hukum, sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan kasus korupsi rumah DP 0 persen.

Menurut Ferdinand seharusnya KPK juga mempunyai data lebih lengkap dibanding lembaga lainnya.

"KPK itu lembaga super body yg bisa menerobos penegak hukum lainnya sprt Polri, Jaksa dan Hakim. Mestinya utk urusan data soal Korupsi Rumah DP 0%, @KPK_RI hrsnya punya data yg lbh lengkap dr LSM," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Minggu(21/3/2021).

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini juga mengatakan lebih baik KPK dibubarkan saja kalau tidak bisa menyelesaikan kasus ini.

"Bubar sajalah KPK kalau pura2 tolol soal Korupsi Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan sebagai tersangka dalam kasus ini

PT Pembangunan Sarana Jaya diduga membeli lahan di Pondok Ranggon dan Munjul seluas 4,2 hektare pada akhir 2019. Lahan yang akan digunakan untuk proyek rumah DP nol rupiah itu diduga bermasalah karena berada di zona hijau dan harganya dimark-up.

KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus Sarana Jaya tersebut, yaitu Yoory Corneles Pinontoan (YC), Anja Runtuwene (AR) dan Tommy Adrian (TA). Penyidik juga menetapkan PT. AP (Adonara Propertindo) selaku penjual tanah sebagai tersangka kasus yang terindikasi merugikan keuangan negara senilai Rp100 miliar.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati