Netral English Netral Mandarin
04:35wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Duh! Ada Daging Kecoak di Gulai yang Disantap, Bakal Jadi Tumbal Pesugihan?

Rabu, 05-Mei-2021 19:00

Ilustrasi Gulai Kambing
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi Gulai Kambing
20

BOGOR, NETRALNEWS.COM – Rahmat Jayadi (48) terkesiap. Matanya melotot dan mendadak isi perut mau keluar karena mual.

Pasalnya, di tengah asyik menikmati gulai kambing bersama keluarga, ia temukan onggokan kecoak berjumlah tiga ekor dalam mangkuk yang tengah ia santap.

“Anak Istri saya juga langsung berhenti menikmati makam malam. Jijik sekali rasanya. Mungkin karena jijik ada kecoak campur dalam gulai kambing itu, jadi kami sekeluarga mual mau muntah,” kata Rahmat mengenang kejadian buruk yang dialaminya kepada NNC, Senin 3 Mei 2021.

Hari itu ia khusus membeli tiga porsi gulai dan tiga porsi sate di salah satu kedai makan di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kedai masakan tersebut terkenal dengan rasa dan olahan daging kambing yang nikmat. Namun, sejak kejadian menemukan  kecoak dalam porsi yang dibeli keluarga Rahmat, bayangan nikmat dan pujian pada warung makan itu sirna seketika.

“Ngak tahu ya, langsung kapok. Anak istri saya kapok tak mau memesan makanan di warung makan itu lagi. Karena, malam itu, kami tak hanya trauma dengan kecoak,” kata Rahmat.

Malam itu, Rahmat tak bisa tidur. Selain mual, ia takut jangan-jangan itu pertanda keluarganya sedang diincar menjadi “tumbal” pesugihan oleh warung makan tersebut.

“Iya, gara-gara saya telpon ke Paman saya di Surakarta dan cerita soal kecoak dalam gulai, ia malah menakut-nakuti agar waspada jangan-jangan itu pertanda penjual gulai memiliki pesugihan alias memelihara jin. Dan jangan-jangan kami mau dijadikan tumbal,” kata Rahmat.

Antara tak yakin dan takut, ia dan istrinya berdoa khusus dan tengah malam sholat Tahajud.

“Amit-amitlah kalau sampai jadi tumbal. Ya antara tak percaya, namun juga was-was. Akhirnya kami bawa dalam doa. Dan paginya, ternyata keluarga kami bangun dengan kondisi sehat. Tak ada istilah jadi tumbal. Atau karena doa kami dikabulkan, kami ndak tahu. Yang jelas kami bersyukur karena tetap baik-baik saja,” tutur Rahmat.

Meski tak menjumpai hal-hal berbau mistis, namun hingga kini Rahmat mengaku masih trauma dengan bayangan kecoak di dalam mangkuk makanan.

Ciri warung pelihara jin pesugihan

Kisah tentang warung makan pelihara jin pesugihan di Indonesia diibaratkan ada di antara mitos dan fakta. Artinya, adalah fakta bahwa anggapan itu ada dan dipercaya masyarakat.

Dianggap mitos karena tak mudah dibuktikan dan berhenti hanya dalam cerita tutur dari zaman dahulu hingga sekarang. Anehnya, di era milenium pun belum hilang.

Mengenai ciri-ciri warung makan memelihara jin pesugihan, juga pernah diulas oleh pengelola channel Youtube Ainun Thahira.

Ciri-ciri warung yang memanfaatkan ajian pelaris diulas panjang lebar.  Konon ajian penglaris bisa dipakai di berbagai tempat, mulai dari rumah makan, toko baju, toko kelontong, dan sebagainya.

Sesuai dengan namanya, keberadaan jin pada ajian pelaris akan membantu apapun yang dijual menjadi laris dan banyak pembelinya.

Namun, dalam keyakinan masyarakat, setiap periode tertentu, sang pemilik warung wajib persembahkan tumbal.

Dalam ulasan Ainun, ada beberapa jenis ajian pelaris antara lain: jin peludah, jin penjilat piring, pocong, jimat, benda-benda keramat, ajian sempak kuah bakso, dan lainnya.

Dalam hal ini, bisa jadi, menurut hemat penulis, jin khusus menggunakan daging kecoak bisa jadi adalah salah satu di antaranya.

Sebagai contoh, cara kerja jin peludah dalam catatan Ainun adalah jin penjilat akan menjilat piring yang sudah dicuci dengan tujuan keduanya ialah agar makanan itu terasa enak.

Adapun ciri warung yang memiliki jin pelaris antara lain:

1. Rasa makanannya enak. Tetapi makanan itu akan terasa berbeda jika seseorang berdoa sebelum makan.

2. Tempatnya kotor, namun banyak orang yang tetap ingin makan di sana. Makhluk-makhluk gaib memang menyukai tempat yang kotor dan lembab. “Kotor itu merupakan syarat bagi pemilik warung agar warung itu menjadi laris,” kata Ainun.

3. Ada ruangan terlarang. Tempat itu digunakan sebagai rumah bagi jin pelaris. Selain itu, tempat tersebut dapat digunakan sebagai lokasi ritual bagi pemilik warung. Biasanya ruangan itu berada di dekat toilet, dapur, atau belakang warung.

4. Warung justru tutup pada hari kerja, misalnya hari Senin, Rabu, dan Kamis.

5. Tempat cuci piring jauh atau terpisah dari bangunan utama. Ainun berkata bahwa persayaratan tersebut tidak begitu aneh. Namun, tidak ada salahnya untuk merasa curiga.

6. Pemilik warung dengan jin pelaris itu sendiri yang meracik bumbu meskipun sudah memiliki banyak karyawan. Selain itu, dia juga menangani langsung perhitungan uang atau menempati posisi sebagai kasir.

7. Makanan tidak boleh dibungkus karena akan berubah menjadi tidak enak. “Karena kekuatan magis penglaris hilang saat melewati jembatan ataupun perempatan jalan,” ujar Ainun.

Nah, dari ketujuh ciri di atas, tampaknya keluarga Rahmat seperti diceritakan di awal, bisa jadi akibat makanannya dibungkus dan dibawa pulang. Akibatnya, kedok buruknya terungkap.

Benar atau tidak, dipersilakan pembaca berikan kesimpulan dan pendapatnya masing-masing.  Faktanya, dalam kepercayaan masyarakat, hingga kini hal seperti itu masih menjadi bauh bibir. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli