Netral English Netral Mandarin
00:37wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Duh! Alumni 212 Bakal Turun ke Jalan jika Muhammad Kece Tak Dicokok, Ini Respons Habib Husin

Selasa, 24-Agustus-2021 12:37

Ilustrasi masa Alumni 212
Foto : BBC Indonesia
Ilustrasi masa Alumni 212
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Alwi Shihab tak setuju dengan ancaman Alumni 212 yang bakal turun ke jalan jika pemilik akun Channel MuhammadKece tak segera ditangkap oleh polisi.

“Biarkan polisi kerja dgn profesional, kita berdoa aja M. Kace segera ditangkap. Covid19 nasional sdh melandai, jgn krn ada demo Covid19 naik lagi. Susah lagi kita ntar,” kata Habib Husin mengingatkan. 

Seorang netizen berna aBrigade01Arwan1 @Brigade01Arwan1 memberikan dukungan.

“Sepakat, Habib. Jangan sampai kasus M. Kace jd pintu masuk pihak2 untuk bikin kegiatan yang kontra produktif di tengah penanganan pandemi covid-19 di tanah air,” katanya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Ma'arif mendesak Polri untuk segera menangkap YouTuber Muhammad Kece lantaran telah dinilai menistakan agama. Jika tidak ditangkap, Slamet mengaku akan ajak massa turun ke jalan.

"Saya berharap pihak kepolisian untuk tegas dan cepat menangkap M Kece sebelum kepercayaan umat hilang," kata Slamet saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Slamet menegaskan, bahwa PA 212 sendiri memberikan waktu 3 hari kepada aparat kepolisian agar segera menangkap Muhammad Kece tersebut. Menurutnya, jika tidak massa alumni 212 akan turun ke jalan.

"PA 212 kasih waktu kepada pihak kepolisian 3 X 24 jam untuk segera menangkap M Kece jika tidak saya akan ajak alumni 212 untuk kembali turun ke jalan," tuturnya.

Slamet mengatakan, penistaan agama terus terjadi kurang tegasnya aparat kepolisian menindak terkait kasus tersebut. Ia pun bingung mengapa Polri belum melakukan penangkapan terhadap Youtuber tersebut.

"Untuk kasus yang baru M Kece saya bingung dan heran alat bukti sudah ada Video, pelaku jelas, keresahan umat dimana mana kok belum ditangkap juga?. Padahal banyak petinggi kepolisian yang beragama  Islam apa hatinya tidak terusik agamanya dinistakan? atau sudah tidak ada iman lagi dihati mereka?," tandasnya.

Bareskrim Turun Tangan

Polri telah menerima empat laporan kasus penistaan agama yang diduga dilakukan YouTuber Muhammad Kece. Satu dari empat laporan itu salah satunya diterima Bareskrim Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan tiga laporan lainnya diterima oleh jajaran kepolisian daerah. Seluruh laporan tersebut akan digabungkan dan ditangani langsung oleh Bareskrim Polri.

Kekinian, kata Agus, penyidik masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Salah satunya dengan mengumpulkan barang bukti.

"Proses sedang berjalan," katanya.

Dugaan Penistaan Agama

Sebagai informasi, salah satu ujaran Muhammad Kace dalam siaran Youtube menyebutkan Muhammad bin Abdullah sebagai pengikut jin.

"Bapakmu adalah pembunuh, itu iblis. Siapa yang pembunuh, siapa yang perang badar, itu Muhammad. Muhammad bin Abdullah adalah pemimpin perang badar dan uhud, membunuh dan membinasakan. Jelas ya pembunuh adalah iblis," ujar Kece.

Usai mendapatkan kecaman dari MUI, Muhammad Kece akhirnya buka suara.Ia langsung melakukan siaran langsung di kanal Youtube-nya.

"Gara-gara surat 72 ayat 19 ini disampaikan ke dunia saya jadi dikecam oleh MUI," ungkapnya.

Surat yang dimaksud ialah surat Al-Jinn. Ayat 19 dalam surat tersebut berbunyi sebagai berikut.

"Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya", katanya seperti dinukil Suara.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati