Netral English Netral Mandarin
18:06wib
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan pemerintah agar tak mengangkat anggota TNI atau polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan sebanyak 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
Duh! Anies Dianggap Minim Terobosan Cegah Covid-19 Arus Balik, Malah Setel Lampu Palestina, Netizen: Jualan Sentimen Agama

Jumat, 21-Mei-2021 19:29

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth
Foto : Berita Heboh
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Anies Baswedan dinilai Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth kurang serius menghadapi bagaimana arus balik mudik Lebaran agar tidak menimbulkan penyebaran Covid-19 baru di DKI Jakarta. 

Warganet pun ikut berkomentar pedas, pasalnya, akhir-akhir ini, Anies malah getol dengan program pembuatan lampu warna-warni bermotif bendera Palestina. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, malah ada netizen yang menyebut Anies malah jualan sentimen agama. 

MLT: “Pak Anies yang lagi sibuk setel lampu PJO biar warna warni bendera Palestina, DENGARLAH INI.....”

Prakasha: “Setel lampu mau jualan sentimen agama dia..krn dia tahu..ephphei dan para antek2nya udah di brangus.”

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus balik mudik Lebaran 2021 akan terjadi pada tanggal 16 Mei hingga 20 Mei 2021.

Oleh karena itu, sejumlah petugas gabungan akan terus melakukan penyekatan dan pemeriksaan Covid-19 disejumlah daerah perbatasan, terutama DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar secepatnya berkoordinasi dengan Jajaran Kepolisian dengan tujuan untuk memperketat titik titik pintu masuk ke Jakarta.

"Pemprov DKI Jakarta harus gerak cepat melakukan penyekatan secara ketat di daerah yang dilintasi pemudik untuk masuk ke Jakarta. kemudian secara serentak harus melakukan tes PCR antigen sebagai langkah screening tahap awal terhadap para pemudik yang kembali ke Ibu Kota, Jika terbukti reaktif, harus di larang masuk ke Jakarta. Sudah menjadi konsekwensi bagi masyarakat yang ngotot melanggar peraturan untuk pulang mudik, jika terpapar virus covid-19 di kampung, mereka secara otomatis harus dilarang oleh petugas untuk kembali ke Jakarta, saya berharap para petugas bisa tegas dan mempunyai idealisme mengenai hal ini," kata Kenneth dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Menurut pria yang disapa Kent itu menambahkan, berdasarkan data dari pihak kepolisian pada tahun 2021 jumlah pemudik berkisar 1 juta orang yang berhasil tembus untuk pulang ke kampung halaman di seluruh Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

Jumlah pemudik ini berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu, mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.

"Kenyataannya beberapa persen warga yang tinggal di Jakarta juga banyak yang berhasil lolos pulang ke kampung halamannya, oleh karena itu dengan melakukan tes PCR antigen hingga screening kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta harus lebih di intensifkan lagi, mengingat banyak juga warga yang tidak mudik, demi kebaikan kita semua dan demi menaati peraturan pemerintah, serta dikhawatirkan warga DKI Jakarta yang nekat pulang mudik kemarin, jika kembali masuk ke Jakarta bisa membawa virus Covid-19," tuturnya.

Kata Kent, untuk menangkal penyebaran Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Tetapi, Menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tetap sangat penting dilakukan dan upaya pelacakan kontak (contact tracing) tetap harus dilakukan secara simultan.

"Vaksinasi bukanlah satu-satunya penangkal untuk melawan virus Covid-19. Artinya warga yang sudah divaksin dua kali juga tidak menutup kemungkinan akan bisa terpapar Covid-19 jika tidak mengindahkan protokol kesehatan, tetaplah menjaga jarak hingga tetap selalu memakai masker," ketus Kent.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta ini sangat menyayangkan atas terjadinya kerumunan di tempat wisata salah satunya Ancol, Jakarta Utara.

Kent menilai, jika Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan lalai dan tidak serius dalam mengeksekusi serta menegakkan kebijakan tentang Penanganan Covid-19 tentang pelarangan kerumunan dan Pelarangan Mudik.

"Sangat disayangkan Ketika di satu sisi adanya peraturan melarang adanya kerumunan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dan Larangan Mudik namun di sisi lain tempat wisata malah dibuka tanpa mengindahkan Protokol Kesehatan hingga pada akhirnya kemarin pada saat libur hari raya Idul Fitri, jumlah kapasitas pengunjung Ancol membludak, warga berkumpul di pinggir pantai tanpa melaksanakan Prokes, kurang lebih sudah seperti di India. Oleh karena itu, saya melihat di sini memang Pak Anies tidak mempunyai inisiatif dan sensitivitas serta terkesan tidak serius dalam bekerja, kadang sering membuat aturan yang nyeleneh dan terkadang suka bertolak belakang, Saya berharap kejadian di India bisa menjadi perhatian dan pertimbangan untuk Pak Anies, jika dalam penegakkan peraturan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 tidak dilakukan secara tegas dan serius, Saya khawatir angka penularan Covid-19 akan kembali mengalami kenaikan, Jika terjadi hal demikian, tentunya kita semua yang akan susah. Jadi menurut pendapat Saya jangan sampai kita di-bully dulu baru kita terlatah-latah dalam bertindak. Biasakanlah sedia payung sebelum hujan, masa harus sampai kejadian DKI Jakarta seperti di India dulu, baru membuat kita semua sadar? Sudah terlambat menurut saya kalau memang kenyataannya terjadi seperti itu" sambung Kent.

Kent juga menilai, jika orang nomor satu di Jakarta itu sangat minim terobosan atau program di tengah di Pandemi Covid-19 yang belum usai sampai sekarang ini.

Menurutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu malah mencari kesibukkan dengan kunjungan politik ke sejumlah partai politik.

"Pak Anies ini saya nilai terkesan malas, minim terobosan, dan minim program sebagai Gubernur DKI Jakarta, terutama di tengah penanganan Pandemi Covid-19 yang belum selesai sampai sekarang ini. semua serba tidak memakai perhitungan yang matang dan terkesan ceroboh. Kalau beliau benar-benar punya hati, mohon fokus dahulu untuk serius dalam penanggulangan Covid-19 di Jakarta, jalankan dululah yang ada di depan mata, jangan berfikir terlalu jauh dulu. Hilangkan segala macam manuver-manuver politik dan impian impian yang terlalu prematur, menurut saya Jika penanganan Covid-19 di DKI Jakarta bisa membaik secara komprehensif, itu secara otomatis akan meninggalkan nama baik Pak Anies di Ibukota Jakarta, ini momen dan kejadian Pandemi Covid-19 ini akan menjadi sejarah tersendiri serta pasti akan selalu diingat seumur hidup oleh masyarakat DKI Jakarta dan dunia, secara otomatis yang bekerja dengan baik dalam penanganan Covid -19 ini akan diingat yang baiknya dan yang bekerja tidak baik akan di ingat sebaliknya. Bekerja dululah yang baik jika berkeinginan maju di Pilpres 2024. Fokuslah dulu kepada hal kecil dan hal yang besar otomatis akan mengikuti," sindir Kent.

Perlu diketahui sebelumnya, menghadapi arus balik Lebaran 2021, Polda Metro Jaya akan melakukan pergeseran pos penyekatan ke jalur masuk Jabodetabek.

Penggeseran pos penyekatan ini dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya setelah berakhirnya operasi penyekatan mudik sejak Minggu 16 Mei 2021 malam.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemudik yang hendak balik dari mudik Lebaran, yaitu surat bebas Covid-19 dari daerah pemudik, dan memperlihatkan surat bebas Covid-19 di titik pemeriksaan.

Polisi akan melakukan pemeriksaan pemudik yang balik lagi ke Jakarta di KM 34 Tol Jakarta-Cikampek. Sedangkan untuk dari arah Barat, pemeriksaan dilakukan di Pos Cikupa, Tangerang.

Sementara di ruas jalan arteri pemeriksaan akan berlangsung di Jatiuwung dan Kedungwaringin.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Ketupat Jaya 2021 sejak 6 Mei 2021 pukul 00.00 dan berakhir pada 17 Mei 2021. Petugas melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik.

Untuk menjaring para pemudik, sebanyak 31 pos pengamanan larangan mudik dibangun oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan mulai beroperasi mulai 6 sampai 17 Mei 2021.

Pos tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni 17 titik check point dan 14 titik penyekatan. Adapun fungsi dari kedua pos tersebut berbeda.

Pada titik check point petugas akan melakukan penyaringan kendaraan-kendaraan yang dicurigai akan mudik dan menegakkan protokol kesehatan.

Sementara di titik penyekatan, petugas akan menegakkan protokol kesehatan, memeriksa surat izin keluar masuk (SIKM), dan memutarbalikkan kendaraan pemudik yang nekat mudik.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P