Netral English Netral Mandarin
10:02wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Duh! Anies Menangis Saat Bacakan Warga DKI Meninggal gegara Covid, Netizen: Marketingnya Kebablasan

Senin, 05-Juli-2021 19:00

Gubernur Anies Baswedan
Foto : CNBC Indonesia
Gubernur Anies Baswedan
41

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Anies Baswedan menangis tatkala membacakan daftar warga DKI Jakarta yang meninggal dunia gegara Covid-19.

Namun, banyak warganet malah mencibir adegan tersebut. Di akun FB Mak lambe Turah, Senin 5 Juli 2021, malah ada netizen yang menyebutnya “marketingnya kebablasam.”

MLT: “NANGIS?”

Af Tookoo: “Aktor terbaik 2021.”

Arya Ariel: “Kmrn2 sibuk safari politik skrg nangis2 buaya.”

Paida Nainggolan: “Marketing nya kebablasan.”

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak kuasa menahan air mata saat acara webinar bertajuk Zikir, Doa dan Muhasabah untuk Jakarta Sehat, Minggu (4/7/2021). Dengan mata berkaca-kaca Anies membacakan jumlah warga DKI Jakarta yang meninggal dunia karena Covid-19.

"Saya perlu sampaikan bahwa di Jakarta sepekan ini bukan saja memperhitungkan pelayanan kesehatan tapi juga memperhatikan pelayanan pemakaman," ujar Anies saat acara webinar yang digelar DPW PKS DKI JAKARTA.

Anies membeberkan data pasien Covid-19 yang meninggal selama perideo Sabtu 26 Juni 2021 sampai dengan Sabtu 3 Juli 2021. Pada Sabtu 26 Juni terdapat 157 pemakaman, Minggu 144 pemakaman, Senin 193 pemakaman, Selasa 279 pemakaman, Rabu 23, Kamis 301, Jumat 365, dan Sabtu kemarin 396.

"Semoga ini adalah angka terakhir. Mudah-mudahan angkanya menurun, mudah-mudahan hari ini angkanya merendah," harap Anies.

Menurut Anies, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik biasa. Angka yang jumlahnya terus bertambah merupakan nyawa warga yang harus pergi karena Covid-19.

"Sebanyak 396 itu bukan angka statistik, itu adalah seorang manusia yang jumlahnya 396 pada dua tiga minggu lalu keadannya sehat wal afiat, yang mereka bersama dengan keluarganya mereka terpapar dan kondisi hidupnya berubah. Rumahnya kosong yang ditinggal oleh yang dicintainya bukan sekadar angka statistik, bukan seperti kita melihat penambahan jumlah bangunan, jumlah rumah, ini adalah pertambahan kuburan," jelas Anies.

Anies dan para peserta webinar bersama-sama mendoakan agar Ibu Kota maupun Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19.

"Pertambahan kuburan adalah duka cita di setiap keluarga yang ada di Jakarta. Ini adalah rakyat kita yang harus kita lindungi. Ini kisah tentang saudara kita, orang tua kita. Semoga doa ini diijabah dan Insya Allah wabah segera diangkat dari Ibu Kota, dari negeri ini dan kita semua diberikan kekuatan menjadi umat yang baik dan bangsa yang baik," pungkas Anies dinukil Sindonews. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P