Netral English Netral Mandarin
16:47wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Miris! Baliho Bertebaran saat Rakyat Susah, Abdillah: Halo Puan, Erlangga, Muhaimin, AHY, Apa Tak Malu? Kenapa Uang Itu Tak untuk Bantu Rakyat?

Kamis, 05-Agustus-2021 13:35

Ilustrasi baliho bertebaran
Foto : Kolase Netralnews
Ilustrasi baliho bertebaran
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Abdillah Toha tergelitik dengan munculnya baliho sejumlah tokoh politik di tengah pandemi covid-19 yang menyusahkan rakyat.

“Halo Puan, Erlangga, Muhaimin, AHY, apa tidak risih dan malu memajang gambar diri besar2 di sekujur Indonesia bersaing utk pilpres yang masih 3 tahun lagi, ketika rakyat sedang bergulat atasi pandemi dan kehidupan sehari2?” kata Abdillah, Kamis 5 Agustus 2021. 

“Kenapa tak gunakan uang baliho itu utk bantu rakyat saja?” imbuhnya.

Belakangan ini ramai baliho elite PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani dipasang masif di seantero Indonesia. Di Klaten, tak cuma baliho Puan Maharani, ada juga baliho Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Pantauan awak media, Selasa (3/8), baliho tokoh parpol itu mejeng di sepanjang jalan Yogya-Solo, dari arah timur Kecamatan Delanggu sampai kota setidaknya terdapat 10 titik. Sepanjang rute tersebut baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani paling banyak jumlahnya.

Baliho bergambar Ketum Golkar Airlangga Hartarto mejeng di Kecamatan Delanggu. Begitu juga dengan baliho Ketum Demokrat AHY yang dipasang di kecamatan yang sama.

Tak hanya itu, baliho tokoh parpol juga ditemukan di wilayah barat mulai simpang Tiga RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) setidaknya ada dua gambar Airlangga Hartarto dan dua gambar Puan Maharani. Jarak baliho kedua tokoh parpol tersebut bahkan berdekatan.

Baliho bergambar Puan Maharani berlatar warna merah tampak menonjol di beberapa ruas jalan protokol. Di bawah foto Puan disertakan tulisan Ketua DPR RI.

Sementara itu, baliho Airlangga Hartarto berlatar belakang warna kuning dengan tulisan menggunakan warga merah. Dalam baliho itu tertulis, Kerja untuk Indonesia, Airlangga Hartarto 2024'.

Sementara baliho AHY berlatar belakang warna biru dituliskan sebagai Ketua Umum Demokrat. Dalam baliho itu diberi tulisan, 'Demokrat Nasionalis Religius Berkoalisi dengan Rakyat'.

Saat dimintai konfirmasi, Bupati Klaten Sri Mulyani tak mempermasalahkan keberadaan baliho para tokoh parpol di wilayahnya.

"Ya nggak apa-apa, itu sah-sah saja. Menurut saya ya sah-sah saja, itu hak," ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani pada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Mulyani menyebut pemasangan baliho itu merupakan hak yang bersangkutan karena menggunakan duit pribadi.

"Kalau saya itu sah dan halal. Meskipun untuk partai, gak masalah yang penting kita kerja sesuai tupoksi masing-masing," lanjut Mulyani yang juga kader PDIP itu.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Klaten Yoga Hardaya menyebut pemasangan baliho Airlangga dilakukan oleh tim DPD Klaten. Dia menyebut ada tiga titik pemasangan baliho Airlangga yakni di depan RS DR. Soeradji Tirtonegoro, di depan Masjid Agung Al Aqsha, di dekat sub terminal Delanggu dan di semua kecamatan.

"Selain itu ada juga yang dipasang Mas Singgih Januratmoko anggota DPR RI," tutur Yoga yang juga Wakil Bupati Klaten ini.

Yoga tak menjawab gamblang saat ditanya soal angka 2024 di baliho Airlangga terkait dengan Pilpres. Dia menyebut desain baliho itu berasal dari DPP Golkar.

"Saya belum tahu (terkait Pilpres) mas, desainnya dari DPP. Ketika ketemu Pak Airlangga saya tanya cuma tersenyum dan beliau bilang klu leluhur beliau orang Klaten ingin selalu menyapa dan berbuat untuk masyarakat Klaten," terang Yoga dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi