Netral English Netral Mandarin
03:25wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Duh! Direktur Bio Farma Sebut Pandemi sebagai Berkah Ketimbang Musibah, Said Didu: Pak Erick, Ini Sesuai AKHLAK?

Sabtu, 09-Oktober-2021 09:20

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir
Foto : Biofarma.co
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu tak terima dengan pernyataan Direktur Bio Farma yang justru menganggap pandemi sebagai berkah ketimbang masalah. Menurutnya hal itu tak sesuai prinsip AKHLAK yang digaungkan Menteri BUMN, Erick Thohir. 

“Bapak Menteri BUMN @erickthohir yth, apakah dirut seperti ini sdh sesuai tag line BUMN yg Bpk gelorakan yaitu AKHLAK?” kata Said Didu, Sabtu 9 Oktober 2021.

“Covid adalah musibah kemanusiaan yg korbankan jutaan nyawa dan uang sangat besar kok Dirut BUMN katakan bhw covid-19 adalah berkah,” tandasnya.

Baca Juga :

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memilih untuk menganggap pandemi Covid-19 sebagai berkah ketimbang masalah. Ia pun menjelaskan pandangannya tersebut.

"Saya pikir ini positifnya berkah sebenarnya. Karena kalau kita mau lihat sesuatu karya itu harus diuji. Bagi saya pandemi ini berkah," ujar Honesti dalam sebuah acara daring, seperti dilansir tempo.co, Kamis, 7 Oktober 2021.

Baca Juga :

Pagebluk menghantam Indonesia beberapa bulan setelah Honesti mulai menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma sejak September 2019. Dengan adanya pandemi, perseroan pun mesti bergerak cepat mendukung pemerintah menangani pandemi Covid-19.

"Di sisi lain, kami harus melakukan fungsi lain bagaimana menata transformasi Bio Farma menjadi holding," kata Honesti. Sejak akhir 2019, pemerintah memang mempersiapkan Bio Farma menjadi perusahaan induk holding BUMN farmasi yang menaungi dua perusahaan lainnya, Kimia Farma dan Indofarma.

Baca Juga :

Dengan adanya pandemi, Honesti pun merasa dapat melihat bahwa banyak hal yang harus dibenahi dalam penataan holding. Pagebluk juga memberi kejelasan prioritas yang perlu dilakukan, sehingga fungsi Bio Farma sebagai holding bisa benar-benar sesuai amanah pemegang saham.

Melalui wabah Covid-19, ia pun melihat bahwa ketahanan kesehatan Tanah Air rapuh. Bahkan, ia mengatakan kemandirian kesehatan Indonesia sebagai satu negara juga rapuh.

"Tapi permasalahan ini tidak hanya dialami Indonesia ketika pandemi. Bahkan negara besar pun merasakan banyak yang harus dibenahi," tutur dia.

Honesti menilai kolaborasi menjadi hal yang sangat diperlukan untuk bisa bangkit dari pandemi ini. Situasi tersebut menjadi dasar semua pihak untuk berbenah.

Ia mengibaratkan pembenahan, khususnya di dalam Bio Farma, itu seperti membangun rel kereta api. Rel kereta terus ditambah dan dibangun, sementara keretanya tetap jalan. "Kita harus melakukan fungsi dua-duanya."

Apalagi, kata dia, Bio Farma sebagai BUMN farmasi memiliki dua fungsi. Pertama, sebagai agen pembangunan yang membantu pemerintah dalam hal seperti saat ini. Kedua adalah fungsi BUMN untuk menciptakan nilai.

"Jadi bagaimana membantu pemerintah mengatasi pandemi dan paralel dengan melakukan penataan holding-nya untuk menghasilkan value yang akan membantu tidak hanya BUMN, tapi ekonomi Indonesia keseluruhan," kata Honesti.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli