Netral English Netral Mandarin
21:47wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Duh! Kepada Anies, Denny Siregar: Udah Ngebet Jadi Presiden ato Gimana? Ente Masih Gubernur, Wan

Sabtu, 03-Juli-2021 17:35

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Gubernur Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kisruh soal permintaan bantuan untuk penanganan Covid-19 kepada Dubes di DKI oleh Pemprov DKI ramai menjadi pergunjingan.

Denny Siregar melontarkan sindiran keras ke Anies Baswedan. 

“Malu2in negara emang. Urusan kota doang kok jadi minta2 ke Kedubes. Kedubes itu kan urusan negara.. Udah ngebet jadi Presiden ato gimana ?? Ente masih Gubernur, wan..,” kata Denny Siregar, Sabtu 3 Juli 2021.

Untuk diketahui, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap bahwa Pemerintah Daerah (pemda) Provinsi DKI Jakarta telah menarik kembali surat sumbangan yang dikirim ke sejumlah kantor duta besar di Jakarta. Surat itu berisi permintaan donasi bantuan penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Meskipun demikian, tindakan pihak pemda DKI Jakarta dinilai telah mempermalukan negara Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ia mengatakan, surat permohonan bantuan untuk melengkapi fasilitas isolasi pasien Covid-9 di Rusun Nagrak Cilincing Jakarta Utara tersebut menjadi bukti bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta tak mengerti tata krama dan etika ketatanegaraan.

“Karena kalau berbicara dengan Kedubes Asing itu adalah kewenangan Kementerian Luar Negeri. Ini berarti Anies Baswedan tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan,” ujarnya kepada Mata Indonesia, Jumat 2 Juli 2021.

Ferdinand pun berharap Anies Baswedan segera meminta maaf kepada publik dan pemerintah Indonesia karena telah membuat malu Indonesia di mata dunia internasional.

“Meskipun bukan Anies yang menandatangani suratnya tapi dia tidak bisa menghindar dari situ karena tidak mungkin Biro Kerja Sama Pemprov DKI Jakarta mengirimi surat tersebut tanpa persetujuan gubernur,” katanya.

Ia juga berharap pihak Kementerian Dalam Negeri segera memberikan teguran kepada Anies Baswedan selaku gubernur karena telah mempermalukan Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto. Ia menyayangkan sikap Anies yang kelihatan gegabah mengajukan bantuan kepada sejumlah kedutaan besar di Jakarta.

Ia mengakui bahwa Jakarta adalah ibukota negara, namun bukan berarti Anies harus melakukan tindakan melebihi kewenangan pusat. “Seharusnya Anies berkoordinasi terlebih dahulu kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Hari pun meminta agar Anies bersikap legowo mengakui kesalahannya. Ia diminta untuk meminta maaf karena telah bertindak melebihi kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah pusat.

“Anies Baswedan sebagai gubenur DKI sangat tak elok telah membuat malu negara Indonesia. Dan Anies terlihat gagap dalam menghadapi pandemi covid-19 yang ada di wilayahnya,” ujarnya dinukil Minews.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli