Netral English Netral Mandarin
07:22wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Duh! Pengamat Sebut Sampai Kiamat Kereta Cepat Tak Akan Balik Modal, Netizen: Suro Madu Gratis, Sampai Kiamat Juga Gak Balik Modal

Kamis, 14-Oktober-2021 08:24

Faizal Basri dan Joko Widodo
Foto : Kolase Democrazy
Faizal Basri dan Joko Widodo
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kereta cepat disebut-sebut tak akan balik modal biarpun sampai kiamat membuat warganet bereaksi keras. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 14 Oktober 2021, sejumlah netizen justri mengritik balik pernyataan pengamat tersebut. 

MLT: “Pengamat ekonomi Faizal kalo Perusahaan aja mau inves itu diitung dulu ama akuntannya... kalo perusahaan loh ya... apalagi negara. Mestinya Menkeu udah berhitung sih.  ga mungkin selevel SMI itu ga ngitung2 dulu?”

Sony Limahelu: “Pak Faisal sdh jadi peramal sekarang.”

Bobby Mumu: “Kasian ni kakek ngga kepake maunya caper melulu…”

Ali Nursea: “Sakit hati sampe mati, ampun dah, tobat tobat udah tua,”

Johan: "Bikin jalan raya pun juga gak akan balik modal dengan mengharapkan pajak dari kendaraan bermotor. Itulah guna negara. Terkadang fasilitas publik tak bisa harus dihitung untung dan ruginya saja. Kecuali swasta yg membangun untuk fasilitas komersial. Pasti dia hitung untung dan ruginya. Mis: Jembatan Suramadu, kapan balik modal? Gratis itu bro! Sampai kiamat juga gak akan balik modal. Karena itu fasilitas yg diberikan negara. Bahkan bukan untuk rakyat Indonesia saja, tapi untuk semua umat manusia yg memerlukan akses jembatan Suramadu itu! Pintar sedikit lah ahli ekonom! Masa' kalah sama aku yg cuma S3 (SD, SMP & SMA)."

Untuk diketahui, Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek yang mubazir. Dia juga menyinggung bahwa sebentar lagi rakyatlah yang akan membiayai proyek tersebut.

"Sebentar lagi rakyat membayar kereta cepat. Barang kali nanti tiketnya Rp 400 ribu sekali jalan. Diperkirakan sampai kiamat pun tidak balik modal," tegasnya dalam dialog bertajuk COVID-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha, seperti dinukil detik.com, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya saat ini respon pemerintah terhadap perubahan dunia sangat berbeda dengan keadaan. Karen menurutnya, negara-negara lain yang survive saat ini adalah negara yang mengandalkan intra industri. Negara lain juga merespon bagaimana perubahan dalam ketenagakerjaan.

"Peran negara juga harus berubah, bukan mengambil alih proyek yang mangkrak yang tadinya business to business seperti kereta cepat," jelasnya.

Selain proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dinilai proyek mubazir, ada proyek lain juga. Dari paparan Faisal, dia menunjukkan Bandara Kertajati, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan LRT Palembang.

"Ini proyek mubazir, nggak karu-karuan, kereta cepat sebentar lagi mau disuntik pakai APBN, Bandara Kertajati lebih baik jadi gudang ternak aja. Pelabuhan Kuala Tanjung dibangun dekat Belawan, kemudian LRT Palembang. Kesimpulannya kesalahan pucuk pimpinan," tuturnya

Meski demikian, Faisal meyakini Indonesia akan survive jauh lebih baik dari krisis 1998. Menurutnya, setiap krisis ada opportunity di dalamnya.

"Saya yakin dunia usaha di Indonesia itu akan mampu survive, jauh lebih ringan dari krisis 98. Setiap krisis, setiap badai, goncangan setiap ancaman, ada opportunity bagi kita semua juga untuk melakukan sesuatu yang baru dengan cara yang berbeda untuk menghasilkan yang lebih baik," jelasnya.

Dia menegaskan untuk survive caranya pemerintah harus demokratis. "Kalau tidak obligor yang ambil semua. Dunia internasional juga begitu. Dunia usaha sudah berubah ditambah pandemi kian meluas dan mendalam. dunia usaha sudah tahu untuk mengantisipasinya," tutupnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli