Netral English Netral Mandarin
10:37wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Duh! Pigai Ngamuk Soal Kekejian di Papua, Menteri Kena Semprot, Netizen: Logika Hukumnya Apa?

Rabu, 28-Juli-2021 18:05

Natalius Pigai
Foto : Dw.com
Natalius Pigai
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Natalius Pigai ngamuk menanggapi insiden keji anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga Papua. Bahkan ia menyemprot Menteri Sosial. 

Banyak warganet ikut menanggapi apa yang disampaikan Natalius Pigai. Di akun FB Mak Lambe Turah, Rabu 28 Juli 2021, sejumlah netizen mempertanyakan maksud Pigai. 

Jejaring Pribadi: “Hahaha logika hukum yang dipakai orang ini apa ya?”

Effie Methiena Erfiana: “Udah sih kalo dia ngoceh ga usah dijadiin berita. Kasian.”

Tommy Tumpal Sianipar: “Nggak usah direkenlah.”

Tini Jayadi: “Aoa hubungannya TNI dg Mensos......otak di jidat apa di dengkul???”

Sebelumnya, Mantan Anggota Komnas HAM, Natalius Pigai angkat bicara soal dua oknum anggota TNI AU yang bertindak arogan dengan menginjak kepala orang Papua.

Menurut dia, masalah rasisme di Indonesia tidak akan selesai apabila negara tidak mau bertindak dan menghukum pejabatnya yang bertindak rasis.

Sebagaimana yang diungkapkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma yang mengancam kepada ASN bakal dipindahkan ke Papua.

Natalius Pigai menilai, masalah rasisme tidak akan selesai apabila Mensos Risma yang sebelumnya bertindak rasisme tidak dihukum.

“Masalah rasis tidak akan selesai kalau Menteri Risma juga tidak dihukum,” kata Natalius Pigai seperi dinukil  Hops,id Rabu, 28 Juli 2021.

Sehingga, kata Natalius Pigai, dalam kasus penginjakan kepala orang Papua oleh aparat TNI, seharusnya yang dihukum bukan hanya oknum yang terlibat, melainkan Mensos Risma juga harus diberikan hukuman.

“Jangan hanya anggota TNI saja yang dihukum tapi seorang pejabat tinggi Negara Republik Indonesia yang rasis juga harus dihukum. Kecuali Jokowi memelihara rasisme yang dilakukan sukunya,” imbuhnya.

KASAU minta maaf soal insiden oknum TNI injak kepala orang Papua

Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meminta maaf terkait insiden dua oknum anggota TNI AU yang tertangkap kamera bertindak arogan terhadap warga sipil difabel Papua pada Senin (26/7/2021). Di mana aksi kedua oknum prajurit itu terekam video dan beredar di media sosial.

Lewat unggahan di laman Twitter resmi TNI Angkatan Udara di @_TNIAU, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menyesalkan dan meminta maaf atas tindakan yang dilakukan dua oknum anggota Lanud J.A. Dimara Merauke terhadap warga.

Ia menyatakan, proses hukum tetap dijalankan kepada yang bersalah.

“Saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara ita di Papua, khususnya warga Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya. Hal ini semata-mata terjadi akibat kesalahan dari anggota kami,” ujarnya dalam melalui video berdurasi 2 menit itu, mengutip Suara.

Kasau juga menyatakan, bahwa kejadian itu juga bukan dari perintah kedinasan. Dan dia berjanji akan mengevaluasi dan bertindak secara tegas terhadap dua pelaku oknum prajurit itu.

“Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, mohon dibuka pintu maaf,” ucapnya.

Sebelumnya, Komandan Lanud Johannes Abraham Dimara Merauke, Papua, Kolonel Herdy Arief Budiyanto membeberkan dua nama anggotanya yang bertindak sewenang-wenang terhadap warga sipil difabel pada Senin (26/7/2021).

Sosok oknum TNI dibocorkan ke publik

Dalam jumpa pers, Kolonel Herdy menampilkan kedua anggota TNI tersebut ke awak media dengan menggunakan baju tahanan militer.

“Kedua personel tersebut adalah personel POM Lanud JA Dimara, atas nama Serda Dimas Harjanto dan Prada Vian Febrianto,” ungkap Herdy dalam jumpa pers virtual, Selasa (27/7/2021).

“Saat ini kedua anggota tersebut telah diambil tindakan disiplin dan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dia juga menyebut TNI akan bertanggung jawab atas luka fisik maupun kerugian materil terhadap korban.

Herdy berharap peristiwa ini tidak menjadi besar dan menyulut emosi bagi rakyat Papua lainnya, sebab semua pihak sudah ditangani dengan baik.

Video tindakan keji anggota TNI AU beredar luas di media sosial dengan durasi 1.20 menit.

Dalam video itu terlihat dua orang anggota TNI AU sedang mengamankan seorang pria difabel tuna wicara di pinggir jalan.

Salah satu anggota TNI AU bahkan menginjak kepala pria tersebut dengan sepatu. Padahal pria itu sudah tak berdaya dengan posisi tengkurap di trotoar. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli