Netral English Netral Mandarin
11:00wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Duh! Pinangki Belum Juga Dieksekusi ke Lapas, Abdillah Toha: Pak Mahfud, Hukum di Negeri Ini Dibuat Main2 Terus

Minggu, 01-Agustus-2021 08:13

Abdillah Toha dan Pinangki
Foto : Kolase Netralnews
Abdillah Toha dan Pinangki
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muncul kecaman terhadap pihak Kejaksaan Agung yang hingga kini belum mengeksekusi Jaksa Pinangki ke Lapas Wanita meski sudah divonis 4 tahun. 

Menanggapi hal ini, Abdillah Toha menyentil keras Menpohulkam Mahfud MD.

“Pak @mohmahfudmd ⁩ apa kabar? Ternyata hukum di negeri ini dibuat main2 terus. Jaksa Agung kan bawahan presiden ya? Apa akan dipertahankan dan dibiarkan terus? Apa kortingan hukuman Pinangki masih kurang? Apa kabar kasus terbakarnya gedung kejaksaan?” kata Abdillah Toha, Minggu 1 Agustus 2021.

Sebelumnya dilansir Kompas.com, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah bertindak tidak adil dalam menyikapi putusan hukum Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Lantaran hingga saat ini, Pinangki Sirna Malasari diketahui masih ditahan di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung dan belum dieksekusi untuk putusan 4 tahun penjara.

Demikian Koordinator MAKI Boyamin Saiman menyampaikan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.TV, Sabtu (31/7/2021).

“Berdasarkan penelusuran MAKI, hingga saat ini Pinangki masih ditahan di Rutan Kejagung,” ungkap Boyamin Saiman.

“Dan (Pinangki red-) belum dilakukan eksekusi putusan 4 tahun penjara dalam bentuk dipindah ke lapas wanita Pondok Bambu atau lapas wanita lainnya,” tambahnya.

Baca Juga: Hakim yang Memutus Banding Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra akan Dilaporkan ke KY

Boyamin lebih lanjut menegaskan, MAKI mengecam dan menyayangkan tindakan Kejaksaan Agung yang belum juga mengeksekusi Pinangki Sirna Malasari.

Bagi MAKI, lanjut Boyamin, sikap Kejaksaan Agung bukan hanya sebatas menunjukkan disparitas dalam penegakan hukum.

Lebih dari itu, Kejaksaan Agung jelas-jelas melakukan diskriminasi terhadap narapidana wanita lainnya.

“MAKI mengecam dan menyayangkan atas Pinangki yang belum dilakukan eksekusi ke Lapas Wanita Pondok Bambu atau lapas wanita lainnya,” ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli