Netral English Netral Mandarin
09:56wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Duh! Rizal Ramli Murka ke Presiden Jokowi, Netizen: Pengen Jadi Plesiden Tereak Mulu

Rabu, 28-Juli-2021 07:10

Ilustrasi, Presiden Joko Widodo dan Rizal Ramli (kanan)
Foto : Pribumi.com
Ilustrasi, Presiden Joko Widodo dan Rizal Ramli (kanan)
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Ekonom Rizal Ramli murka kepada Presiden Joko Widodo  (jokowi) dan menyebutnya pelit. 

Namun, warganet banyak yang malah mencibir Rizal Ramli. Hal ini seperti tercermin di akun FB Mak lambe Turah, Rabu 28 Juli 2021.

MLT: “Itulah kalo pengen jadi plesiden..tereak mulu prasaan.”

Enggarnastiti Wardhani: “Lijal lamli kan?”

Luhut Tobing: “Maunya izal..kyk wan Abud ya ???...menghambur2kan anggaran..ntar kelebihan bayar..yg ujung2nya tidak jelas manfaat nya dan tidak ada faedahnya ?? Satu guru mereka berdua itu.”

Arya Ariel: “Sdh berbuat apa untuk menangani covid?”

Hulk Thor: “Jaman jadi menteri juga nggak becus.”

Untuk diketahui, Rizal Ramli sebelumnya mengaku kecewa dengan upaya pemerintah Jokowi mendatangkan vaksin Sinovac dari China. Sebab, selain murah, vaksin tersebut diyakini memiliki evektivitas yang rendah.

Menurut Rizal Ramli, efektivitas vaksin Sinovac hanya berada di kisaran 50 persen. Itulah mengapa, dia berkesimpulan, senyawa tersebut tak mampu memberikan perlindungan optimal terhadap masyarakat Indonesia.

“Ada yang bilang vaksin enggak efektif. Tentu tidak efektif karena kita pakai vaksin sinovac yang kualitasnya rendah. Artinya dari 100 orang yang divaksin 50 itu efektif, 50-nya sama sekali tak efektif bisa kena lagi,” ujar Rizal dalam diskusi yang digelar PB HMI secara daring, dikutip Selasa 27 Juli 2021.

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menyampaikan, belum lama ini vaksin Sinovac justru tidak akui dan dipakai di sejumlah bagian negara. Misalnya, Amerika, Eropa, hingga negara tetangga seperti Singapura.

Meski begitu, Rizal menegaskan, bukan berarti dirinya tidak mendukung program vaksinasni. Hanya saja, Ia menyarankan agar rakyat diberikan vaksin yang lebih baik efektivitasnya seperti Pfizer maupun Moderna.

“(Rakyat harusnya) Divaksin yang kualitasnya di atas 95-98, misalnya Pfizer Moderna dan lain-lain. Jadi bukan asal vaksin dengan kualitas yang rendah,” tuturnya.

ebih jauh, dia menambahkan, untuk mencapai herd imunity atau kekebalan kelompok, negara hanya perlu vaksinasi 70 persen warganya. Maka, minimal 183 juta masyarakat Indonesia mendapat suntikan vaksin. Dia percaya, dengan begitu, herd immunity bisa tercipta.

Namun, di lain sisi, dia melihat negara hanya separuh-separuh dalam menyelenggarakan vaksinasi nasional. Bahkan, dia menuding pemerintahan Jokowi terlalu pelit dalam mendatangkan vaksin ke Indonesia.

“Ini gara-gara pemerintahnya pelit. Ngapain sih lu pakai Sinovac? Pelit amat ama rakyat, nyawa rakyat dijadikan perjudian!” kata dia dinukil Hops.id. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto