Netral English Netral Mandarin
18:01wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Duh! TKI Dilarang Carter Pesawat untuk Mudik, Said Didu: Sementara TKA China Dilayani, Kalian Bawa ke Mana Slogan NKRI Harga Mati?

Senin, 10-Mei-2021 14:45

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Selama pelalrangan mudik, Pemerintah melarang Tenaga Kerja Indonesia mencarter pesawat untuk pulang ke tanah air. 

Namun, hal ini membuat Muhammad Said Didu geram. Pasalnya ia membandingkan dengan TKA Cina yang justru dilayani dengan dijemput. Dimana slogan NKRI harga mati?

“Sementara TKA China dilayani dg baik dan dijemput ke nagaranya utk datang ke Indonesia. Klean bawa ke mana slogan NKRI harga mati?” kata Said Didu, Senin 10 Mei 2021.

Untuk diketahui, Pemerintah menyatakan telah melarang penerbangan charter selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemerintah menyarankan tenaga kerja Indonesia untuk menunda perjalanan pulang ke Tanah Air.

“Berkaitan dengan penggunaan pesawat udara tadi sudah disetujui bahwa tidak ada lagi penerbangan charter selama masa peniadaan mudik ini. Sehingga kalau ada tenaga-tenaga kerja disarankan menunda perjalanan. Tetapi tetap ke Indonesia, tetapi menunda,” ujar Budi usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, Senin (10/5).

Budi juga menyampaikan, terkait kepulangan pekerja migran Indonesia dari Malaysia, baik di titik Kepulauan Riau maupun di Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Menurutnya, Kemenhub akan menyiapkan kapal dan juga bus untuk mengangkut para pekerja migran tersebut hingga tempat tujuan.

“Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal-kapal untuk mengangkut ke tempat tujuan akhir dan juga bus. Tadi sudah disepakati bahwa TNI dan komandan Pangdam akan mengambil alih satu pengelolaan di dua titik di Kepri dan juga di Kalimantan Barat,” kata Budi dinukil Republika.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli