Netral English Netral Mandarin
00:43wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Duh! Usai Ditolak TNI AL, Dianggap Tolol Pula, EK Sebut Duit Donasi yang Digagas UAS Pasti Gak Balik

Minggu, 02-Mei-2021 07:33

Ustas Abdul Somad dan Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Ustas Abdul Somad dan Eko Kuntadhi
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dana donasi yang digalang Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapat banyak dukungan. Terbukti sudah terkumpul Rp1,2 Miliar untuk membantu TNI AL membeli Kapal Selam pengganti KRI Nanggala-402.

Sayangnya, pihak TNI AL menolak donasi tersebut karena menurut TNI AL, ada prosedur khusus dalam pembelian kapal. Meski sebelumnya memberikan apresiasi, namun respons pihak panitia penggagas donasi membuat bingung.

Eko Kuntadhi pun ikut mengomentari dengan pernyataan pedas. Pasalnya, usai ditolak TNI AL, Eko Kuntadhi menyebut para penyumbang donasi sebagai “tolol”.

“Ada gak yang lebih tolol dari penyumbang donasi jni? Kayaknya gak ada deh,” kata Eko, Minggu 2 Mei 2021.

Tak hanya itu, ia juga menduga duitnya tak kembali.

“Duitnya pasti gak balik. Pertanggungjawaban gak jelas. Uhhuiii...,” tegasnya.

Sementara sebelumnya diberitakan,  masyarakat gencar menggalang dana untuk membantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut membeli kapal selam baru seperti diserukan UAS.

Penggalangan dana ini digelar usai berita KRI Nanggala 402 tenggelam di Perairan Bali.

Namun, dikabarkan TNI AL 'menolak' uang tersebut dan menjelaskan dana yang telah terkumpul ini tidak bisa digunakan untuk membeli kapal selam baru.

Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Johanes Suryo Prabowo heran dengan keputusan dari pihak TNI tersebut.

Melalui akun Twitternya, ia kemudian menanyakan nasib dari uang Rp1,2 miliar tersebut.

"Jadi gimana nih," tanya Prabowo.

Hingga Jumat 30 April 2021, dana yang telah terkumpul untuk mengganti KRI Nanggala 402 digagas Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, telah terkumpul hingga mencapai Rp1,2 miliar.

"Sudah Rp1,2 miliar tadi pagi. Galang dana masih akan dibuka sampai sebulanan lagi," kata Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, M. Jazir.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono, terharu dan mengapresiasi kepedulian masyarakat guna membantu TNI membeli kapal selam.

"Kami bersyukur bahwa ternyata bangsa ini masih kuat empatinya, meskipun ada beberapa individu dan kelompok yang kering empatinya dengan indikasi gunakan momen ini untuk ambil keuntungan," katanya.

Namun, dengan berat hati, dana tersebut terpaksa ditolak karena ada persyaratan dan prosedur untuk membeli alutsista, termasuk kapal selam.

Dan di dalam undang-undang tidak ada ketentuan terkait masyarakat yang bisa turut serta membantu pembelian alutsista.

"Karena pembelian dilakukan melalui prosedur yang ada," ujarnya dinukil Terkini.id.

Aturan pembelian Alutsista Prosedur pembelian alutsista diatur dalam UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI pada Pasal 11 (2) Postur TNI sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dibangun dan dipersiapkan sesuai dengan kebijakan pertahanan negara.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati