Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:33wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Dukung Ajakan Jokowi Benci Produk Asing, Ruhut: Waspada, Waspada, Waspadalah! 

Jumat, 05-Maret-2021 06:30

Presiden Joko Widodo.
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul mendukung ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencintai produk Indonesia dan benci produk dari luar negeri. Menurutnya, ajakan Presiden harus diimplementasikan oleh semua pihak dan bukan sekedar ucapan semata. 

"Kita harus dukung ajakan Bpk Joko Widodo Presiden RI menghadapi Produk Asing harus benar-benar benci. Jangan hanya di mulut, berbahaya, karena bencinya bisa menjadi benar-benar cinta. Waspada waspada, waspadalah. MERDEKA," tulis Ruhut di akun Twitternya, Kamis (4/3/2021). 

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Kementerian Perdagangan untuk membuat kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengembangkan pasar produk nasional. Sebagai contoh, Jokowi ingin agar lokasi strategis atau ruang depan pusat-pusat perbelanjaan diisi produk-produk nasional, khususnya UMKM. 

"Misalnya dengan mendukung program 'Bangga Buatan Indonesia'. Pusat perbelanjaan, mall, harus terus didorong. Jakarta sampai ke daerah dorong untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia, khususnya UMKM," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand-brand dari luar negeri. Ini harus mulai, geser, mereka (brand dari luar negeri) digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategi, lokasi yang baik berikan ruang untuk brand-brand lokal," ujarnya. 

Hal tersebut, lanjut Presiden, merupakan salah satu cara untuk membranding produk-produk dalam negeri agar lebih dicintai masyarakat. Apalagi, Indonesia memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan harusnya menjadi konsumen yang paling loyal terhadap produk dalam negeri.

"Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar," jelas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan, sekaligus gaungkan juga benci produk-produk luar negeri agar masyarakat menjadi konsumen yang loyal terhadap produk dalam negeri. 

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," ucap dia.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," tandas Presiden Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian