Netral English Netral Mandarin
01:17wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Dukung Bubarkan Sekolah Intoleran di Solo dan Tindak Kepseknya, Habib Husin: Memicu Sentimen Beragama dan...

Selasa, 22-Juni-2021 09:55

Habib Husin Alwi Shihab
Foto : Istimewa
Habib Husin Alwi Shihab
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengrusakan makam nonmuslim di Solo viral di sosial media. Pasalnya, Sang Wali Kota, Gibran Rakabuming Raka, marah dan mengancam pihak pengrusak akan diproses hukum karena sudah kebangetan. 

Diketahui, para pengrusak adalah anak-anak yang belajar di salah satu rumah belajar di kawasan itu. 

Ketua Cyber Indonesia, Habib Husin Alwi Shihab menyatakan mendukung atas tindakan tegas Wali Kota Solo.

“Saya dukung Walkot Solo @GibranRakabumi membubarkan sekolah intoleran dan proses secara hukum kepseknya. Klu gak ini dapat memicu sentimen beragama dan merusak keberagaman,” kata Habib Husin, Selasa 22 Juni 2021.

Untuk diketahui, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyayangkan adanya perusakan makam di TPU Cemoro Kembar di Kampung Kenteng Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon.

Apalagi kasus perusakan tersebut melibatkan anak-anak di salah satu rumah belajar di kawasan tersebut.

"Ini merupakan bentuk intoleransi. Ngawur sekali, apalagi melibatkan anak-anak," terang Gibran dilansir Suara.com, Senin (21/6/2021).

Gibran pun akan memproses masalah perusakan makam ini. Gibran akan menutup rumah belajar atau sekolah tersebut, karena sudah benar baik sekolah atau guru-gurunya.

"Tutup saja sekolah. Sudah tidak benar sekolahnya dan guru-gurunya," tegas putra sulung Presiden Jokowi ini.

Mereka itu buka sekolah tidak izin dan segera diproses. Ini tidak bisa dibiarkan, apalagi berkaitan dengan pendidikan anak-anak kecil.

"Mereka buka sekolahnya kan tidak izin, ini tidak bisa dibiarkan. Segera mungkin akan diproses," ungkapnya.

Nanti yang akan diproses hukum guru atau pengasuhnya. Kalau untuk anak-anaknya akan dilakukan pembinaan, karena mereka masih berada dibawah umur.

"Ini sudah kurang aja sekali. Yang diproses hukum pengasuhnya. Termasuk anak dibawah umur harus ada pembinaan," paparnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli