Netral English Netral Mandarin
04:54 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Dukung Digitalisasi BUMN, Amin Ak Minta UMKM Dilibatkan

Sabtu, 19-December-2020 11:00

Perajin UMKM
Foto : UMKM
Perajin UMKM
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS, Amin Ak mendukung upaya pemerintah melakukan digitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun Amin meminta proses digitalisasi tersebut melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang teknologi informasi agar restrukturisasi BUMN berimbas positif pada rakyat banyak.

Seperti diketahui, sejumlah BUMN mendigitalkan jasanya atau sistem layanannya. Pertamina misalnya mengalokasi dana sekitar US $ 75 juta per tahun untuk proyek teknologi informasi dan digitalisasi. Salah satu proyek Pertamina tersebut adalah digitalisasi 5.518 pompa SPBU. PT PLN (Persero) meluncurkan 13 terobosan program transformasi berbasis digital mulai dari pembangkit listrik hingga sistem penagihan ke pelanggan.

Perum Pegadaian juga mengalokasikan hingga Rp 500 juta per tahun untuk mendigitalkan layanannya. Melalui aplikasi Pegadaian Digital, Perum Pegadaian menawarkan fitur gadai online bagi konsumen milenial. Sejumlah bank BUMN pun mengembangkan berbagai fitur transaksi digital untuk mengedepankan branchless banking di masa mendatang.



Kementerian BUMN memasukkan proyek digitalisasi dalam tiga tahap desain transformasi yang berlangsung dari tahun 2021 hingga 2024. Transformasi digital BUMN juga akan berdampak pada sektor bisnis lainnya, mengingat rata-rata BUMN memiliki modal yang sangat besar dan jaringan yang luas.

“Oleh karena itu saya harapkan proses transformasi dan restrukturisasi BUMN bisa menggandeng pelaku UKM untuk menumbuhkan  perekonomian nasional lebih baik,” kata Amin Ak dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12/2020). 

Menurut Amin, ada sejumlah skema yang dapat digunakan untuk melibatkan UKM dalam percepatan digitalisasi BUMN. Pertama, menjadikan BUMN Tekonologi Informasi seperti Telkom sebagai perusahaan hub yang nantinya berkoordinasi dengan para pelaku UMKM dalam menggarap digitalisasi BUMN. Kedua, berkolaborasi dengan UMKM yang terbukti handal atau menguasai teknologi informasi untuk membuat layanan baru. Ketiga, berinvestasi pada UMKM digital melalui anak perusahaan BUMN di industri modal ventura atau mendukung ekspansi UMKM.

“Dengan strategi tersebut, maka BUMN akan menjadi semacam talent pool untuk mengatasi kesenjangan teknis dan non teknis di sektor teknologi informasi, sekaligus membesarkan pelaku UMKM. Ini akan menjadi basis ekonomi yang jauh lebih kuat menghadapi krisis di masa depan,” ujarnya. 

Amin juga mendorong digitalisasi BUMN Pertanian dan Pangan yang saat ini lebih banyak rugi ketimbang untung. Ini ironis ditengah bertumbuhannya para pelaku UMKM, terutama dari kalangan milenial yang membentuk perusahaan start up di sektor pertanian dan pangan. 

BUMN Pertanian dan Pangan serta BUMN Perkebunan memang jauh tertinggal dibandingkan BUMN-BUMN lain yang sudah lama mendigitalisasikan sebagian lini bisnisnya. Efisien produksi, pemasaran hasil panen, dan penanganan pascapanen menjadi tiga isu sentral dalam membenahi sektor pertanian dan perkebunan. 

Sayangnya, lanjut Amin, BUMN yang bergerak di kedua sektor ini justru bermasalah dalam efisiensi usahanya, sehingga restrukturisasi termasuk digitalisasi BUMN tersebut menjadi sebuah keniscayaan. 

“Restrukturisasi BUMN Pertanian dan Pangan, serta  BUMN Perkebunan wajib melibatkan pelaku UMKM bidang pertanian dan perkebunan karena ini menyangkut dua hal. Upaya meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan daya saing produk pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Amin menyebut jika perusahaan-perusahaan ekspedisi pengiriman menjadi contoh bagus bagaimana mereka melibatkan dan memberdayakan UMKM. Dengan kerjasama yang adil dan saling menguntungkan, perusahaan ekspedisi jauh lebih lincah dibanding PT Pos Indonesia, BUMN yang punya jaringan lebih luas. “Tidak ada alasan untuk tidak melibatkan UMKM dalam proses digitalisasi di BUMN," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani