Netral English Netral Mandarin
20:54wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Dukung Mensos Risma Soal Program Bansos, Anggota Fraksi PKS: Kawal Usulan Anggaran Hingga Disetujui Kemenkeu

Sabtu, 25-September-2021 12:15

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf
Foto : Istimewa
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mendukung penuh kebijakan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terkait program bantuan sosial (bansos) yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin dan rentan.

Bukhori mengapresiasi Mensos Risma yang memiliki insiatif untuk memberikan bansos bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang terdampak pandemi Covid-19, sehingga mendorong Komisi VIII DPR memberikan prioritas dukungan bagi Kemensos.

Hal tersebut disampaikan Bukhori saat penyaluran bantuan ATENSI bersama Mensos di GOR Sasana Krida Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (23/09/2021).

“Yang menarik untuk kali ini adalah kita bersepakat dengan Kemensos untuk memberikan bantuan bagi anak yatim,” katanya, dikutip dari laman Fraksi PKS, Sabtu (25/9/2021).

Bukhori menjelaskan, rincian program ini adalah masing-masing anak yatim yang terdaftar sudah sekolah akan menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu dan yang belum sekolah akan memperoleh Rp300 ribu. Sementara, bagi Kabupaten Kendal sendiri sudah tersalur sekitar 70 dari kuota 700 anak penerima manfaat.

Legislator dapil Jateng 1 ini mengungkapkan, pada tahun 2022 bantuan tersebut rencananya akan diperluas sehingga tidak hanya menjamah anak yatim piatu imbas Covid-19, tetapi juga menyasar anak yatim piatu pada umumnya.

“Kita berharap pada tahun 2022 semua anak yatim di Indonesia mendapatkan bantuan. Kita telah alokasikan anggaran untuk kurang lebih bagi kuota 5 juta anak yatim,” terang Bukhori.

Kemensos sebelumnya mengusulkan anggaran Rp 11,64 triliun untuk 3.453.128 anak yatim piatu usia sekolah dan 963.855 anak yatim piatu yang belum sekolah.

Meski telah didukung penuh oleh Komisi VIII DPR, sayangnya usulan anggaran tersebut belum masuk ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Oleh karena itu, Anggota Komisi Sosial DPR ini menegaskan Komisi VIII DPR akan mengawal hingga usulan tersebut disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“DPR dan Mensos telah bersepakat ihwal bantuan bagi anak yatim ini. Konsekuensinya, kami tidak akan sebatas memberikan dukungan normatif, melainkan proaktif mengawal proses pengusulan anggaran ini hingga Kemenkeu menyetujui,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebanyak 38.000 anak telah terdata untuk menerima bansos anak yatim piatu per 23 September 2021.

Selanjutnya, sebanyak 28.000 anak telah divalidasi sementara 10.000 lainnya sedang dilakukan pendataan ulang. Kemudian, sebanyak 4500 anak dilaporkan sudah dilakukan pembukaan rekening, sedangkan untuk pencairan dana baru mencapai 2000 anak.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli