Netral English Netral Mandarin
20:12wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Dukung Perluasan Layanan Internet, Kominfo Diminta Tegur Operator Tak Penuhi Komitmen Pembangunan Infrastruktur Selular

Selasa, 20-April-2021 16:00

Pengembangan infrastruktur seluler perlu dilakukan untuk mendukung perluasan layanan internet di seluruh pelosok negeri.
Foto : Istimewa
Pengembangan infrastruktur seluler perlu dilakukan untuk mendukung perluasan layanan internet di seluruh pelosok negeri.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran menteri terkait untuk segera mempercepat perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital.

Menurut Presiden, dirinya sudah memerintahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate untuk mempercepat penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan dan titik-titik layanan publik.

"Segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya kita kemarin kita sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini. Kemudian percepatan penyediaan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta di titik-titik layanan publik," ujar Jokowi dalam Rapat Terbatas Perencanaan Transformasi Digital beberapa waktu lalu.

Namun, ternyata permintaan tersebut belum juga terealisasi. Diduga karena Menteri Kominfo tak menegur operator seluler yang tidak membangun infrastruktur untuk mendukung program Jokowi tersebut.

Ketua Umum SP BUMN Bersatu Arief Poyuono mengatakan, operator XL Axiata adalah salah satu operator seluler yang belum melakukan pembangunan infrastruktur itu, terutama di daerah Indonesia timur.

Padahal hal itu bagian dari komitmen operator seluler dan mendapatkan izin penyelenggaraan jaringan bergerak selular secara nasional, para operator telah berjanji untuk membangun infrastruktur telekomunikasi selular di seluruh daerah, termasuk di daerah nonkomersial.

"Berbagai alasan kerap diutarakan operator untuk tidak penuhi komitmen pembangunannya. Dahulu isu tidak adanya backbone dipakai untuk menghindari komitmen pembangunan," kata Arief Poyuono dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Menurutnya, dengan tersedianya Palapa Ring Paket Timur, Tengah, dan Barat, seharusnya tidak ada alasan bagi operator telekomunikasi untuk tidak membangun di 3.435 desa tersebut.

Dan terkait hal tersebut apalagi saat Covid-19 dibutuhkan jaringan telekomunikasi secara online untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.

"Semua desa itu perlu tersambung dengan telekomunikasi. Karena itu Kominfo seharusnya segera melakukan audit terhadap komitmen pembangunan perusahaan yang hanya membangun di daerah yg menguntungkan secara business," jelas Mantan Waketum Partai Gerindra itu. 

Reporter :
Editor : Irawan HP