Netral English Netral Mandarin
18:05wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Dukung Vaksin Nusantara, Dahlan Iskan Bersedia Lakukan Ini 

Minggu, 28-Februari-2021 10:10

Foto :
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dahlan Iskan yang pernah menjabat sebagai Menteri BUMN mendukung Vaksin Nusantara yang digagas Terawan Agus Putranto, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Dahlan bahkan bersedia menjadi relawan uji klinis tahap II.

Menurutnya, Vaksin Nusantara menunjukkan perkembangan menggembirakan setelah lulus uji klinis tahap pertama. Di sisi lain, terlalu banyak negara-negara besar dan negara miskin yang antre menunggu vaksin. Dia mempertanyakan, mengapa tidak Vaksin Covid-19 dari Indonesia sendiri. 

Diketahui dia, Vaksin Nusantara betul-betul diteliti dan ada 28 orang yang sudah menjalani. Pada waktu yang cukup, dalam penelitian yang cukup, tidak ada efek samping, kemudian memang timbul imunitas.

"Jika lulus uji klinis dan memperoleh ijin edar dan diproduksi kata Dahlan, maka Vaksin Nusantara akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di tengah perlombaan vaksin global," kata Dahlan, dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (28/2/2021).

Lebih lanjut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta mendorong upaya pengembangan vaksin buatan dalam negeri salah satunya Vaksin Nusantara. Lembaga pemerintah ini diharapkan memberikan ruang yang sama bagi Vaksin Nusantara seperti halnya vaksin produksi Sinovac yang telah digunakan masyarakat Indonesia.

"Mungkin sebaiknya BPOM didorong untuk adil dengan memberikan fasilitas yang sama seperti saat vaksin Sinovac akan digunakan," kata Dahlan.

Fair kata Dahlan ialah prosedur dan perlakuan BPOM terhadap Vaksin Sinovac juga harus diterapkan sama seperti kepada Vaksin Nusantara.

"Fair dalam artian kemudahan apa, fasilitas apa, yang pernah diberikan kepada Sinovac, itu juga harus diberikan kepada vaksin nusantara ini, minimal itu,” ujar Dahlan.

Pengembangan Vaksin Nusantara dilakukan Terawan bersama tim peneliti di laboratorium RSUP dr Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro. 

Hasil uji klinis tahap awal Vaksin Nusantara telah memenuhi aspek keamanan karena tidak menimbulkan efek samping yang berarti, juga dianggap menghasilkan peningkatan antibodi pada tubuh. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati