Netral English Netral Mandarin
11:48wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ungkap Dulu SBY Meremukkan PKB, Muannas: Jangan Cengeng! Tiru Kenegarawanan Gus Dur!

Sabtu, 06-Maret-2021 12:05

Muannas Alaidid
Foto : Jambi Ekspres
Muannas Alaidid
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muannas Alaidid ikut angkat suara menanggapi kemelut yang melanda Demokrat. Ia mengungkit dahulu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat manjadi presiden pernah terlibat dalam gonjang-ganjing PKB.

Ia juga menggunggah artikel berjudul "PDIP Ingatkan SBY Saat Tangani PKB yang Remukkan Perasaan Gus Dur."

Muannas kemudian mengatakan bahwa SBY sebaiknya belajar pada kenegarawanan Gus Dur.

"Sah tdknya soal dualisme kepengurusan biar pengadilan yg putuskan, tendensius klo main ancam demo istana/seolah tuduh jokowi terlibat, Jangan cengeng tiru ke negarawanan Gus Dur," kata Muannas, Sabtu (6/3/21).

Untuk diketahui, sebelumnya PDI Perjuangan berkomentar mengenai pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Umum Demokrat itu menilai pemerintah Joko Widodo ikut campur dalam kisruh Golkar dan PPP.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno hanya berkomentar singkat. "Ha..ha, apa Pak SBY ingat saat menangani soal PKB di masa lalu, yang meremukkan perasaan Gus Dur?" tanya Hendrawan, Sabtu (12/3/2016).

Hendrawan mengatakan, perlakuan SBY tersebut bisa ditanyakan kepada Putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Intervensi SBY, kata Anggota Komisi XI DPR itu, dapat juga ditanyakan kepada Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Paloh dahulu sempat bersaing dalam bursa calon ketua umum Golkar di Munas Riau.

"Biar rakyat yang menilai. Bisa juga tanya Surya Paloh saat 'diintervensi' pada Munas Riau. Seyogyanya kita saling menahan diri dan rajin melakukan introspeksi politik," tuturnya.

Sementara Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari mengingatkan tiap kepemimpinan memiliki tantangan yang berbeda. Apalagi terkait konflik politik.

"Ukuran baju tiap orang kan beda, tidak bisa satu untuk semua orang. Ukurannya satu, melanggar hukum atau tidak. Orang bisa appeal dan menempuh jalur hukum jika Pemerintah melanggar hukum, karena sebagai negara hukum indicator nya ya hukum‎," kata Eva seperti dinukil Tribunews.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto