Netral English Netral Mandarin
00:52wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Durasi Makan 20 Menit, Bagaimana Sebetulnya Risiko Penularan Covid-19 di Restoran dan Kafe?

Jumat, 30-Juli-2021 10:00

Waspadai Risiko makan di restoran.
Foto : Instagram
Waspadai Risiko makan di restoran.
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru-baru ini muncul pelonggaran PPKM di Indonesia yang mengizinkan makan di restoran atau warung makan. Tetapi kebijakan tersebut ditetapkan dengan ketentuan, pembatasan waktu hanya 20 menit. 

Lantas bagaimana sebenarnya risiko penularan Covid-19 di tempat makan? 

Ternyata risiko terinfeksi Covid-19 pada orang yang sering berkunjung, makan, serta minum di restoran dan bar 95 persen lebih tinggi. Presentase ini beradasarkan studi dari Galmiche 2021 dan turut dibagikan oleh dr Adam Prabata Phd Candidate in Medical Science at Kobe University. 

Ada berbagai alasan makan di restoran atau kafe bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19. Alasan itu telah dipaparkan oleh Central of Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. 

Diantaranya, karena makan dan minum harus melepas masker. Selain itu, sering kali perlu bersuara lebih keras di restoran atau kafe agar bisa terdengar. Keadaan ini jugalah yang mengakibatkan produksi droplet lebih banyak. 

“Situasi indoor dengan ventilasi buruk juga meningkatkan risiko penularan Covid-19. Ada juga risiko sulitnya menjaga jarak aman dan terbentuknya kerumunan,”  tegas dr Adam. 

Lebih lanjut dijelaskan oleh dr Adam, bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa Covid-19 dapat menular melalui makanan dan minuman. Memakan makanan dan meminum air juga tidak terbukti dapat menyebabkan penularan Covid-19. 

Selain itu, ada risiko penularan Covid-19 secara airborne di restoran atau kafe. Seperti risiko tinggi di restoran atau kafe yang indoor dengan ventilasi buruk. Selain itu penularan dapat terjadi meskipun tidak ada kontak erat dan tidak menyentuk permukaan yang terkontaminasi dengan virus. 

Untuk mengurangi penularan Covid-19 di restoran dan kafe, maka perlu menghindari atau mengurangi makan dan minum di tempat tersebut. Anda bisa membeli makanan di restoran atau kafe untuk selanjutnya dibawa pulang. Selain itu bisa juga dengan memesan layanan pesan antar secara online. 

“Makan di rumah bersama orang yang sehari-hari tinggal serumah. Tidak dianjurkan makan bersama-sama dengan keluarga atau teman yang sehari-hari tidak serumah,” tegas dr Adam. 

Apabila terpaksa mengunjungi restoran atau kafe, Anda perlu melakukan cek, apakah ada lokasi makan outdoor. Pilihlah tempat makan outdoor bila memungkinkan. Selain itu, hindari waktu ramai dan pilih restoran atau kafe yang benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi peraturan dan pembatasan terkait Covid-19. 

Ketika berada di restoran atau kafe, gunakanlah masker sepanjang waktu, terkecuali saat sedang makan atau minum. Cucilah tangan sebelum makan, serta sebelum dan sesudah masuk dari restoran atau kafe. 

”Minimalisir waktu berada di dalam restoran atau kafe! Jaga jarak dengan orang yang tidka tinggal serumah,” pesan dr Adam. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani