3
Netral English Netral Mandarin
02:05 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Jadi Korban Gorila Rasis, EK: Pigai Ini Lihai, Sering Komentar Nyebelin agar Papua Bergejolak Lagi

Senin, 25-January-2021 13:25

Jadi Korban Gorila Rasis, Eko sebut Pigai Ini Lihai, Sering Komentar Nyebelin agar Papua Bergejolak Lagi
Foto : Istimewa
Jadi Korban Gorila Rasis, Eko sebut Pigai Ini Lihai, Sering Komentar Nyebelin agar Papua Bergejolak Lagi
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Natalius Pigai, eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, angkat bicara terhadap tindakan rasis yang dilakukan Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) Ambroncius Nababan. Pigai pun menyatakan diri sebagai korban rasis.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut menanggapi balik pada Pigai.

"Pigai ini lihai. Ia sengaja sering berkomentar yang nyebelin. Berharap direspon publik. Ia tahu, sebagian orang akan meresponnya dengan sambutan yang agak rasis," kicau Eko, Senin (25/1/21).

"Nah, di Papua, isu rasisme itu akan digoreng. Untuk membuat Papua bergejolak lagi," imbuhnya.

Sementara sebelumnya, Natalius Pigai melalui akun Twitter resminya, @NataliusPigai2, mengunggah sebuah kolase gambar yang juga memasukkan tangkapan layar unggahan Ambroncius di media sosial yang melecehkan Natalius.

Di sisi lain kolase tersebut, Natalius menuliskan nama dirinya sebagai korban rasisme. Dia menambahkan bahwa selama pemerintahan Joko Widodo, rasismen menjadi dasar dari pembantaian, pembunuhan dan pelanggaran HAM di Papua."Kita harus hapuskan rasisme," demikian tertulis pada kolase foto yang diunggahnya Minggu (24/1/2021), sekitar pukul 03.08 WIB.

Dalam narasi pada kolase foto itu, Natalius juga menyebut bahwa negara mengelola dan memelihara rasisme sebagai alat pemukul setiap orang yang berseberangan dengan kekuasaan. Menurutnya, rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara kepada rakyat Papua, bangsa Melanesia.

Sebelumnya, Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD juga menanggapi tindakan rasis yang dilakukan  Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai.

Dalam akun Facebooknya, Ambroncius Nababan menyandingkan foto tokoh Papua tersebut dengan seekor gorila. Dia juga menyebut vaksin Sinovac dibuat untuk manusia, bukan untuk gorilla.

Pernyataan itu dikeluarkan Ambroncius setelah Natalius Pigai menyebut bahwa rakyat berkah menolak divaksin berdasarkan regulasi yang ada. Tindakan rasis Ambroncius tersebut menuai kritik banyak kalangan.

“Kalau Anda tak suka dengan statement atau tudingan seseorang yang Anda anggap ngaco, tak usahlah menghinanya dengan cacian atau gambar hewan. Diamkan saja.” kata Mahfud melalui akun Twitter, Minggu (24/1/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto