Netral English Netral Mandarin
21:37wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
EK: Udah Ngerti kan, PKI Udah Gak Ada di Indonesia, yang Masih Ada Tinggal PKS

Jumat, 01-Oktober-2021 19:44

Eko Kuntadhi dan Ilustrasi PKS
Foto : Kolase Netralnews
Eko Kuntadhi dan Ilustrasi PKS
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi menyebutkan bahwa saat ini, di Indonesia sebenarnya sudah tak ada Partai Komunis Indonesia atau PKI. Yang ada adalah PKS.

“Udah ngerti kan. PKI udah gak ada di Indonesia. Yang masih ada tinggal PKS...,” kata Eko Kuntadhi, Jumat 1 Oktober 2021.

Ia juga mengunggah satu tautan artikel berjudul “Islah Bahrawi: Politisasi Islam Jurus Teroris Pikat Rakyat” yang dirilis Arrahmahnews.com.

“Menarik dibaca,” kata Eko Kuntadhi.

Dalam tautan berita mengungkap barita bahwa Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi dalam akun Instagramnya menjelaskan politisasi Islam salah satu jurus teroris untuk menjerat hati umat Islam.

Politisasi Islam pada dasarnya hanyalah teknik jualan saja. Cara cepat untuk mendapat daya pikat yang setelah berkuasa juga akan menjerat rakyat. Mereka yang memperkosa agama demi ejakulasi pribadi dan golongannya adalah musuh bersama, baik pelaku politisasi maupun kekerasan atas nama Islam

Menurut Islah Bahrawi dalam esai yang ditulis oleh Nader Hashemi mengatakan bahwa politisasi Islam selalu berupa gerakan oposisi yang belum teruji, sebuah alternatif mistik terhadap realitas yang ada pada dunia Muslim.

Selama beberapa dekade terakhir partai-partai Islam telah memasuki kanalisasi politik di banyak negara. “Satu arus utama telah berkembang” tulis Hashemi, “namun prestise populer politik Islam telah ternoda oleh perjalanan partai-partai yang ketika memegang kekuasaan terlibat dalam arus birokrasi yang juga korup”.

Jutaan Muslim setelah mengalami politisasi Islam pun bereaksi – kebanyakan mereka tidak menyukainya. Lalu mereka melarikan diri dari konsepsi politik Islam; menolak Ikhwanul Muslimin di Mesir, menyesal setelah bergabung dengan I515, atau menghindar dari Taliban di Afghanistan.

Mereka menyaksikan politik yang mengatasnamakan Islam berubah menjadi operasi patronase yang brutal dan korup. Banyak warga Muslim di Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan menyesali kepercayaan buta terhadap para pemuka agama yang sangat relijius hanya pada saat kampanye.

Fakta itu kemudian mengubah sebagian orang menjadi Islam militan karena mereka berpendapat bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mengelaborasikan tuntutan deontologisnya.

Khawarij Cikal Bakal Kelompok Pemberontak Pemerintah dan Khalifah Berkedok AgamaKarenanya jaringan terorisme yang mengatasnamakan Islam saat ini cenderung beraksi secara lokal, Taliban di Afghanistan, Boko Haram di Nigeria, Al-Shabab di Tanduk Afrika, Abu Shayyaf di Filipina dan Jamaah Islamiyah di Indonesia. Membuat berbagai jaringan ini lebih berbahaya karena sasarannya berada dalam wilayah yang makin sempit.

Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah; politisasi Islam pada dasarnya hanyalah teknik jualan saja. Cara cepat untuk mendapat daya pikat -yang setelah berkuasa juga akan menjerat rakyat. Mereka yang memperkosa agama demi ejakulasi pribadi dan golongannya adalah musuh bersama, baik pelaku politisasi maupun kekerasan atas nama Islam.

Kita sadari bahwa mereka hanyalah perusak citra luhur agama kita. Mari melawannya dengan tepat dan temukan cara untuk berlari cepat, namun tidak berlari ketakutan -seperti yang terjadi pada rakyat Afghanistan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli