Netral English Netral Mandarin
20:21wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Eks Kapolres Jakpus Ungkap Tak Ada Klaster Covid-19 di Petamburan, Chris Wamea: Sangat Jelas HRS Dikriminalisasi

Kamis, 15-April-2021 16:51

Persidangan Habib Rizieq Shihab
Foto : Voi.id
Persidangan Habib Rizieq Shihab
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Christ Wamea ikut menilai [ersidangan Habib Rizieq Shihab (HRS) atas tuduhan melanggar prokes Covid-19. Ia mengutip beberapa hasil persidangan dan menyimpulkan bahwa HRS jelas dikriminalisasi.

Salah satu dasarnya adalah pernyataan Eks Kapolres Jakarta Pusat yang menyebutkan di sidang bahwa di Petamburan tak ada klaster Covid-19.

“Sangat jelas pak HRS dikriminalisasi,” kata Christ Wamea, Kamis (15/4/21).

Sebelumnya diberitakan, Rizieq mencecar eks Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto terkait alasan tidak melarang sejak awal acara Maulid Nabi Saw. yang digelar bersamaan dengan pesta pernikahan putrinya Oktober 2020 lalu.

"Pertanyaan saya kenapa Anda tidak melakukan, preventif larang saja dari awal?" Ujar Rizieq kepada Heru di pengadilan.

Heru lalu menjawab pihaknya menerima laporan dari Wali Kota Jakarta Pusat bahwa acara tersebut akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Belakangan ia mengakui bahwa warga yang hadir di acara tersebut memang di luar ekspektasinya.

Heru mengatakan pihaknya mendahulukan izin yang diberikan Wali Kota Jakpus, meski ia mengaku memiliki wewenang untuk melarang acara tersebut dari awal.

"Dari informasi Pak Wali (Wali Kota Jakpus) menyampaikan bahwa acara itu terselenggaran dengan menggunakan prokes. Patokan itulah kami memberikan toleransi," kata dia.

Rizieq lantas mengulas kembali koordinasi yang dilakukan panitia melalui ketua keamanan acara Maman kepada Polres Jakpus. Menurut Rizieq, panitia sejak awal telah berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dalam acara.

Namun, ia tak menduga jumlah massa yang hadir di luar ekspektasi. Karena itu, Rizieq pun mengakui bahwa ada pelanggaran protokol kesehatan dalam acara pesta pernikahan anaknya. Hanya saja ia membantah bahwa sejak awal pihaknya berniat untuk melanggar prokes Covid-19.

"Jadi dari awal, panitia itu sudah punya komitmen kepada Pak Wali kota dan kepada tiga pilar tadi untuk tetap menjaga prokes. Jadi bukan dari awal melanggar prokes," kata Rizieq.

"Tapi kemudian terjadi pelanggaran di luar kendali tanpa kesengajaan itu kami sendiri dari panitia tidak ada yg memungkiri. Semua menerima. Memang terjadi pelanggaran," imbuhnya.

Heru menegaskan tak ada klaster baru penularan virus corona (Covid-19) imbas dari kerumunan Rizieq di Petamburan

Itu diungkap setelah Rizieq menanyakan data resmi dari pemerintah terkait klaster baru di Petamburan usai gelaran Maulid Nabi di Petamburan.

"Apa setelah tracing tadi, apakah ada info atau data resmi ada klaster baru klaster Petamburan/klaster baru klaster maulid petamburan/klaster baru Rizieq Shihab?" tanya Rizieq.

"Tidak ada," jawab Heru.

Heru juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan hasil tracing atau penelusuran kontak usai acara tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 5 orang dari 500 warga Petamburan yang ditemukan reaktif rapid tes Covid-19.

Meski demikian, Heru tak mengetahui apakah 5 orang tersebut sempat berpartisipasi dalam acara Maulid Nabi yang digelar Rizieq tersebut.

"Dari sekitar 500 tes rapid. Reaktif kalau tak salah ada 5," kata Heru.

"5 orang itu ada keterangan hadir di maulid?" tanya Rizieq.

"Tidak tahu," timpal Heru.

Rizieq seperti lega mendengar jawaban Heru tersebut. Ia menyimpulkan bahwa acara Maulid Nabi yang digelarnya di Petamburan tak sampai menyebabkan kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat.

"Terima kasih pak Heru atas jawabannya. Ini menunjukkan bahwa di sana gak ada sampai menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat," kata Rizieq seperti dilansir CNN Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto