Netral English Netral Mandarin
13:55wib
Publik dihebohkan dengan ucapan selamat hari raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada umat Baha'i. Video itu jadi sorotan karena Baha'i bukan salah satu dari enam agama yang diakui negara. Menaker Ida Fauziyah menyatakan karyawan dengan gaji di atas Rp 3,5 juta tetap bisa mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1 juta.
Eko, Denny, dan Ade Armando Masih Tenang dan Tertawa-tawa, Mustofa: Pesta Pasti Akan Berakhir, Ingat Postingan Ini

Senin, 21-Juni-2021 15:53

Acara Kick Andy dan Mustofa Nahrawardaya
Foto : Kolase Netralnews
Acara Kick Andy dan Mustofa Nahrawardaya
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Mustofa Nahrawardaya menanggapi acara Kick Andy yang mengundang narasumber Eko Kuntadhi.

Dalam acara yang dipandu Andy F Noya tersebut, Eko Kuntadhi juga ditemani dua rekannya Ade Armando dan Denny Siregar.

Mulanya seorang netizen bernama Nawanyusuf21@ @nawanyusuf21 mencuit:

“Lihat itu si Eko begitu tenang ketawa2 masih ngonten d YouTube, semalem ada d metro tv sama si Ade, si densi d acara kick Andy,” katanya.

Mustofa Nahrawardaya kemudian mengomentari bahwa “pesta” pasti akan berakhir untuk menyindir Eko Kuntadhi dan kawan-kawannya.

“Pesta pasti aka berakhir. Ingat postingan saya ini,” kata Mustofa melalui akun Twitternya, Senin 21 Juni 2921.

Sebelumnya dilansir Media Indonesia, Kick Andy Double Check  menampilkan sosok-sosok yang menjadi pembicaraan di masyarakat. 

Tidak hanya satu, dalam tayangan malam ini yang bertajuk Perang Akal di Media Sosial, hadir tiga sosok aktivis media sosial yang sangat vokal menyuarakan bahaya radikalisme dan intelorensi.

“Nah, hari ini melalui Kick Andy Double Check, saya akan mengundang tiga di antara para aktivitas media sosial yang termasuk paling vokal, paling lantang, dan dianggap paling berani dalam bersuara. 

Mereka adalah Denny Siregar, Ade Armando, dan Eko Kuntadhi,” ujar Andy F Noya. 

Begitu beraninya ketiga sosok itu dalam mengeluarkan opini maupun analisis-analisis. Tidak jarang mereka menyulut kehebohan warganet dan menyulut emosi pihak-pihak yang terkait.

Berbicara kepada ketiganya, Andy bukan saja memuji keberanian mereka dalam menyuarakan Pancasila, tetapi mempertanyakan pula opini yang mereka bangun soal kegawatdaruratan negara. 

“Di media sosial, Anda bertiga ini adalah orang yang paling vokal, lantang, dianggap terlalu berani atau kelewat berani menyuarakan bahwa Indonesia saat ini dalam keadaan gawat darurat menghadapi radikalisme. Bahkan Anda menganggap bukan cuma masyarakat yang terancam, negara, Pancasila juga terancam dan kehidupan kita sebagai negara seluruhnya terancam. Ini agak lebai,” tutur Andy. 

Di antara ketiganya, Denny bisa dibilang yang paling kontroversial. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelaporan ke kepolisian akan dirinya oleh berbagai pihak. 

Awalnya dikenal dengan tulisan-tulisan filosofi nyeleneh dan juga perenungan soal agama dan mazhab di medsos pada 2010, pria yang juga penulis buku ini semakin banyak dan berani menulis soal politik dan beragam isu nasional. 

Bahkan, seiring waktu, pria kelahiran Medan, 3 Oktober 1973, itu terang-terangan soal pilihan politiknya dan sangat kental mewarnai beragam unggahannya. 

Menjelang Pilpres 2019, ia juga blak-blakan mendukung Presiden Joko Widodo dan gencar pula menyerang lawan politiknya. Hal itu terus ia tunjukkan hingga saat ini dengan menjadi pendukung terdepan berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi. 

Kondisi tersebut membuat tudingan bahwa dirinya seorang buzzer terus menguat. Andy pun tidak segan menanyakan hal tersebut kepada Denny dan dua narsum lainnya. 

“Terkait tuduhan sebagai buzzer, faktanya Anda bertiga seakan-akan kalap membela Pak Jokowi. Apakah Anda bertiga benar tidak dibayar, berani bersumpah?” tegas Andy. 

Denny memilih menjawab itu dengan gaya nyeleneh khasnya. “Kadang tiga miliar, kadang lima miliar sebulan,” gurau Denny, Minggu 20 Juni 2021.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P