Netral English Netral Mandarin
11:03wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Eko ke Napolen: Memukuli Tarsangka di Tahanan Itu Ngaco, Jangan Berlindung di Balik Jubah Agama untuk Mendapatkan Simpati, Norak Pak

Senin, 20-September-2021 17:40

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial, Eko Kuntadhi (EK) sepertinya menyindirIrjen Pol Napoleon Bonaparte yang diduga melakukan penganiayaan kepada tersangka dugaan kasus penodaan agama, Muhammad Kosman alias Muhammad Kece.

Irjen Pol Napoleon Bonaparte merupakan terpidana kasus suap dari Djoko Tjandra yang juga mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri.

Penganiayaan yang dilakukan Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece terjadi di dalam Rutan Bareskrim Polri, tempat keduanya ditahan.

Tak hanya dianiaya Muhammad Kece juga dilumuri dengan kotoran manusia di bagian wajah dan tubuhnya oleh Napoleon.

Terkait hal itu Eko pun angkat bicara dan mengatakan pemukulan yang dilakukan di penjara adalah suatu perbuatan yang tidak bisa dibenarkan.

"Memukuli tarsangka ditahanan itu ngaco. Apalagi yang mukuli tahanan juga yang terima duit suap," tulis Eko si akun Twitternya, Senin (20/9/2021).

Eko pun kesal dengan aksi yang dilakukan Napoleon tersebut dan mengatakan tidak usah sok bela agama dengan mencederai orang lain.

"Gak usah cari pembenaran dengan sok bela agama," ujarnya.

Pria berkacamata ini juga mengingatkan tidak usah berlindung di balik jubah agama hanya untuk mencari simpati.

"Jangan berlindung di balik jubah agama untuk mencari simpati ulahmu yg menjual jabatan demi duit, pungkas Eko.

Di akhir cuotannya, Eko menyebutkan apa yang dilakukan Napoleon itu suatu perbuatan yang memalukan

"Norak, pak!," ujarnya lagi.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani